Acara Halal bi halal di di Masjid Baitul Makmur Kompleks Kebun Cengkeh Manokwari, Minggu kemarin.

Muslim Manokwari diimbau perkuat hubungan antar agama

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat muslim di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memperkuat hubungan antar pemeluk agama di daerah tersebut.

Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nausrau pada Halal Bihalal di Masjid Baitul Makmur Kompleks Kebun Cengkeh Manokwari, Minggu, mengemukakan Indonesia memiliki budaya atau tradisi unik dalam merayakan Idul Fitri. Budaya tersebut tidak terjadi di negara-negara mayoritas muslim di dunia.

“Tradisi Halal Bihalal, berkunjung dari rumah kerumah untuk meminta dan memberi maaf. Budaya ini begitu indah. di wilayah Papua kunjungan kerumah-rumah ini tidak hanya melibatkan umat muslim, saudara kita umat Kristiani, Budha dan Hindu pun turut berkunjung kerumah kita untuk mengucapkan selamat,” kata dia.

Nausrou mengajak, seluruh umat muslim merawat dan menjaga kebersamaan dan kedamaian antar pemeluk agama di daerah tersebut.

Menurut dia, berbedaan dan keragaman di Papua Barat berhasil disatukan melalui budaya masyarakat. Hal ini dinilai sebagai berkah yang merupakan manifestasi makna dari Islam Rahmatan Lilalamin.

“Seluruh agama mengajarkan cinta kasih dan kedamaian sehingga toleransi dalam perbedaan melahirkan kebersamaan yang damai. Mari kita jaga keindahan ini,” sebutnya.

Dia menjelaskan, puasa Ramadhan mengajarkan manusia agar memiliki sikap empati dan menjaga hubungan sosial kemasyarakatan antar anak bangsa.

Ajaran Islam, kata dia, selalu relevan dalam setiap perubahan zaman, termasuk terhadap persoalan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Kita harus bersikap arif, dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan saat ini dengan menghormati perbedaan dan menjaga  kebersamaan, sehingga semuanya menjadi indah,” ujarnya lagi.

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Baitul Makmur, H. Taufik Kudubun dalam sambutannya menambahka, meski kegiatan tersebut nampak sederhana, namun memiliki nilai dan pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial.

“Pada prinsipnya, kegiatan ini semata-mata mengajak kita, untuk tetap saling menjaga hubungan antar sesama munusia,” ucapnya. (ibn)

 

Tinggalkan Balasan