Dandim 1703 Manokwari Letkol Inf Andy Parulian

Nama Dandim Dicatut untuk Tipu Pejabat

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Nama Dandim 1703 Manokwari Letkol Infantri Andy Parulian dicatut oleh orang tak dikenal. Oknum yang belum di ketahui identitasnya itu mengaku sebagai Dandim 1703 Manokwari dan meminta sejumlah uang kepada para pejabat dan kontraktor.

Sekda Kabupaten Manokwari Selatan dan dua kontraktor di daerah tersebut menjadi korban. Sekda Kabupaten Teluk Wondama pun nyaris menjadi korban dalam modus penipuan ini. Beruntung ia segera melakukan konfirmasi sehingga aksi pelaku gagal terhadap dirinya.

Di temui di ruang kerjanya, Senin (25/4) Parulian mengatakan, kepada para korban Dandim palsu itu beralasan bahwa dana yang diminta itu akan digunakan untuk membangun kantor Kodim.

Parulian mengetahui kejadian tersebut setelah menerima telepon dari Sekda Teluk Wondama, Jusak Karubuy. Saat itu Sekda Wondama menelpon dirinya untuk mengkroscek permintaan sejumlah dana.

“Pak Sekda Wondama ditelpon oleh orang yang mengaku Dandim 1703 Manokwari dan meminta sejumlah uang. Katanya untuk pembangunan Kodim. Tapi nomor itu beda dengan nomor Dandim yang ada diponsel Pak Sekda,”tuturnya.

Sama halnya dengan Plt Sekda Kabupaten Mansel Ir Constan M, ada oknum yang menggunakan nomor Mentari  dan menelponya. Hal yang sama dikatak pelaku kepada sekda bahwa dana yang diminta itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan Kodim.

Melalui tipu muslihat pelaku, Sekda Mansel langsung percaya dan dengan mudah mentransfer uang ke nomor rekening atas nama Anita Fransiska sebesar Rp 10 juta. “Kalau dilihat dari nomornya, itu rekening di Jakarta,”tutur Dandim.

Korban lain adalah dua orang kontraktor di Kabupaten Mansel. Modusnya sama, oknum tersebut mengaku Dandim 1703 Manokwari dan meminta uang untuk pembangunan Kodim 1703 Manokwari. Kedua korban langsung percaya dan mentransfer uang masing-masing sebesar Rp 20 juta.

Dandim menegaskan dirinya tidak pernah menghubungi pejabat atau pun kontraktor untuk meminta uang pembangunan Kodim 1703 Manokwari. “Nomor HP (handphone) saya hanya satu. Jadi bila ada nomor lain yang menelpon mengaku Dandim 1703 Manokwari bisa langsung kroscek,”tuturnya.

Lagi pula lanjut Dandim, tahun ini tidak ada pembangunan Kodim 1703 Manokwari. Kodim yang akan dibangun di Bintuni. Tetapi prosesnya bukan meminta uang kepada pejabat atau kontraktor. Namun ada prosedur yang berlaku di internal TNI AD.

Dandim mengimbau pejabat dan seluruh masyarakat tidak serta merta percaya terhadap penelpon yang mengaku Dandim 1703 Manokwari. Sebab oknum itu sengaja untuk mencatut nama Dandim untuk kepentingan pribadinya. (ALF)

Tinggalkan Balasan