Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana.

Nasib Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Belum Aman

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat (PB) mengingatkan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat agar tidak berlebihan merayakan lolosnya pencalonan mereka baru-baru ini. Pasalnya kelolosan tersebut tidak berarti bahwa mereka telah aman 100 persen menjadi pasangan calon dalam Pilgub Papua Barat Februari 2017.

Ketua KPU Papua Barat Amus Atkana mengatakan, berkas pencalonan para bakal calon sampai saat ini masih diverifikasi (faktual) oleh KPU Papua Barat. Bahkan KPU PB masih menunggu hasil verifikasi status keaslian mereka sebagai orang asli Papua dari Majelis Rakyat Papua Barat atau MRPB, sebagai syarat wajib merujuk pada status daerah ini sebagai daerah otonomi khusus.

“Belum tentu dikatakan lolos semua. Boleh dikatakan nasib mereka masih fifty – fifty,” ujar Amus usai menyerahkan Dokumen Perbaikan Syarat Keaslian Orang Asli Papua (OAP) kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) PB, Senin (10/10) di Sekretariat KPU Papua Barat.

Karena belum dikatakan aman 100 persen alias masih 50:50, ia mengimbau kepada massa pendukung maupun bakal calon untuk sebaiknya menahan diri, dan tidak berlebihan merayakan lolosnya mereka dalam syarat minimal pencalonan, sebelum KPU menggelar penetapan bakal calon menjadi calon pada 24 Oktober 2016 mendatang.

“Saya mengimbau jangan kita bereuforia membentuk posko dimana – mana. Dikuatirkan jika ditetapkan kemudian ada hal lain, akhirnya menjadi bola liar,” ucapnya mengimbau.

Amus mengatakan meski syarat minimal pencalonan sudah dinyatakan memenuhi syarat, namun proses verifikasi kelengkapan persyarayan calon masih dilakukan, sehingga para bakal calon baiknya menahan diri untuk tidak merayakannya secara berlebihan.

“Kami terus mengingatkan agar jangan dulu berlebihan, tunggu dulu sampai penetapan pasangan calon. Kalau dari hasil ada hal – hal yang tadi saya sampaikan, nanti kita baku tuduh – menuduh dan saling – menyalahkan,” tekannya mengingatkan.

Pantauan Cahaya Papua, dokumen perbaikan syarat OAP diserahkan langsung Amus didampingi komisioner KPUPB Christine Ruth Rumkabu, Pascalis Semunya dan Abdul Halim Shidiq dan Sekretaris KPU Thamrin Payapo kepada Wakil Ketua I MRP Anike Sabami yang juga didampingi sejumlah anggota MRP.

Amus berharap MRP dapat menyerahkan kembali dokumen tersebut setelah diverifikasi. Dokumen tersebut diketahui sebagai dokumen perbaikan (terakhir) yang perlu diverifikasi MRPB sebelum diserahkan kembali ke KPUPB.

Sementara itu Anike Sabami menyatakan menerima dokumen perbaikan ini dan kemudian akan dijadikan bahan pertimbangan dalam kesimpulan akhir kriteria OAP. Selain itu kata dia, pihaknya memastikan bahwa akan memyerahkan pertimbangan tersebut sebagai kesimpulan pada 12 Oktober 2016 atau satu hari sebelum masa berakhir perpanjangan MRP.

“Kami menerima dokumen ini, dan akan kami jadikan bahan pertimbangan. Tentu kita akan usahakan tanggal 12 Okteber (Rabu) menyerahkan kesimpulan (dokumen syarat) OAP ini,” tuturnya. (TNJ)

Tinggalkan Balasan