Illustrasi Kapal PELNI

Natal, Penumpang Kapal Laut Diperkirakan Melonjak di Papua

JAKARTA, CAHAYAPAPUA.com– Kementerian Perhubungan memproyeksikan arus mudik Natal khusus yang menggunakan moda angkutan laut pada tahun ini naik 3% sehingga jumlah penumpang diperkirakan akan menjad 900 ribu orang. Lonjakan Penumpang juga diperkirakan terjadi di Papua.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Bobby R. Mamahit mengatakan, sebanyak 1.254 unit kapal milik pemerintah dan swasta termasuk kapal patroli KPLP siap melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman.

“Jumlah penumpang diproyeksikan naik menjadi kisaran 900 ribu orang. Kemenhub telah menyiapkan armada dan aparatur di lapangan untuk melayani arus mudik Natal tahun ini,” katanya, Kamis (11/12/2014) di Jakarta,

Pada masa angkutan yang sama tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 882.499 orang. Dengan proyeksi kenaikan 3% maka jumlah penumpang pada tahun ini akan mencapai 908.947 penumpang atau naik 26.475 orang.

Dalam masa angkutan itu, sebanyak 52 pelabuhan laut dipantau secara intensif selama arus mudik mulai 18 Desember 2014 sampai 6 Januari 2015 mendatang. “Sejauh ini, ada 30 pelabuhan dipantau efektif bahkan dipasang CCTV riil time selama 24 jam,” kata Bobby.

Beberapa rute yang diproyeksi terjadi lonjakan penumpang antara lain Jakarta-Belawan Medan. “Nanti akan dilayani tiga kapal Pelni dengan mengalihkan kapal dari rute tertentu yang kurang ramai. Kapal tersebut antara lain, KM Kelud dan KM Kambuna,” ujarnya,

Sementara, untuk kawasan timur Indonesia (KTI) lonjakan paling besar akan terjadi di Maluku dan Papua serta sebagian Kalimantan. “Kalau KTI yang paling dominan angkutan laut. Tapi, dengan kapal Pelni serta ribuan kapal swasta siap melayani arus mudik,” kata Bobby.

Ditambahkan, pola arus mudik Natal berbeda dengan Lebaran. “Mudik Natal lebih banyak tujuan ke objek wisata, dan tidak terfokus pada satu waktu seperti hari H Natal. Selanjutnya, waktu kepulangan mereka juga lebih longgar karena biasa ada cuti panjang para pekerja,” tegas Bobby. |SUMBER: PIKIRAN RAKYAT

Tinggalkan Balasan