Ilustrasi. Foto : Ist

Nelayan Asing Sering Jarah Laut Manokwari

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Laut DKP Kabupaten Manokwari, Syeni Hatala menegaskan sesuai data, sumber kekayaan alam dan kekayaan negara paling besar ada pada sektor kelautan, sayangnya kekayaan pada laut Indonesia pada umumnya dan wilayah laut Manokwari pada khususnya sering kali dicuri oleh kapal-kapal asing.

“Kita di Kabupaten sini belum ada PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), sehingga kita berharap pengawasan masyarakat lebih jitu dibandingkan dengan kita. Sebab mereka yang lebih aktif di laut dalam penjagaan laut kita,” ungkap Syeni, Jumat (28/11/2014) saat menggelar sosialisasi Undang-Undang Kelautan dan Perikanan kepada nelayan dan pemilik usaha di kantor DKP Manokwari.

Ia menegaskan, setiap oknum yang melakukan pelanggaran dalam penangkapan ikan, akan dikenakan sanks, salah satunya diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan dan setiap pelanggaran akan dikenakan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp. 1,2 miliar.

Di sisi lain, Syeni mengungkap bahwa laut Manokwari juga menjadi sasaran oknum tak bertanggungjawab untuk menangkap ikan dengan cara melakukan pengeboman. Alhasil, dampak yang timbul akan merusak laut dan habitatnya.

“Kalo di wilayah Kabupaten Manokwari biasanya banyak, pengeboman. Alasannya, nelayan mudah mendapatkan ikan. Segala macam cara juga di pake. Contohnya cara tradisional seperti akar bore,” sebut Syeni.

Syeni berharap luasnya laut Manokwari serta menjadi jalur bebas dan terbuka, diharapkan fungsi pengawasan tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Kelautan dan Perikanan. “Fungsi pengawasan juga harus diberikan kepada nelayan. Caranya yaitu memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait, jika menemukan ada pelanggaran di wilayah laut manokwari,” pesannya. |ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan