Seorang nelayan bersama 4 orang anggota keluarganya (termasuk seorang bocah berumur 3 tahun) ditemukan selamat di Pulau Nusrowi, Manokwari Selatan, oleh tim SAR, setelah terseret arus laut pada 29 Juni lalu. Satu keluarga ini berangkat dari rumah mereka di Sowi untuk tujuan rekreasi mancing ke sekitar pulau Rumberpon. Foto: Dokumentasi Basarnas Manokwari

Niat rekreasi, satu keluarga terdampar tiga malam

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Seorang nelayan bersama empat orang anggota keluarganya, Senin (3/7), ditemukan selamat setelah terseret arus laut dan terdampar selama tiga hari tiga malam di Pulau Nusrowi, Manokwari Selatan (Mansel)

Kepala Kantor Badan Sar Nasional Manokwari Ludianto di Manokwari, Senin, mengatakan, nelayan tersebut bernama Jorobi Wanggai(53 tahun), ia membawa empat orang anggota keluarganya masing-masing Regina Hamberi (40),Gita Wanggai,( 20),

Yunita Wanggai,(18) serta Samuel Wanggai yang baru berusia 3 tahun.

“Mereka berangkat dari rumah di Sowi  Manokwari pada 29 Juni 2017. Mereka berencana memancing di sekitar pulau Rumberpon,” katanya.

Dalam perjalanan, angin dan arus air laut menyeret mereka hingga terdampar di pulau Nusrowi. Anggota keluarganya yang ada dirumah was-was karena sudah beberapa hari mereka tidak kembali dan tidak ada kabar.

Pencarian pun dilakukan setelah salah satu anggota keluarga Wanggai menyampaikan laporan ke kantor Sar Manokwari, pada Minggu (2/7). Menindaklanjuti laporan tersebut tim Reacue bergegas menuju lokasi.

“Kami menerima laporan baru kemarin sekitar jam 4 sore dari pak Soleman Wanggai. Tim Rescue saya utus untuk segera menuju lokasi,” katanya.

Dia mengutarakan, tim berangkat dari Manokwari sekitar pukul 9 malam dan langsung berkoorsinasi dengan aparat kepolisian setempat serta membuat pos di dermaga pelabuhan Ransiki.

Penyisiran pun dilakukan dengan menggunakan perahu karet milik Basarnas. “Awalnya kami tidak tahu kalau mereka terdampar di pulau Nusrowi, karena sesuai laporan yang masuk mereka pergi ke pulau Rumberpon. Sehingga penyisiran kami lakukan di pulau Rumberpon dan sekitar Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan,” katanya.

Pihaknya bersyukur, korban masih membawa alat komunikasi yang masih aktif. Dalam kondisi jaringan yang terbatas korban menghubungi tim SAR dan memberitahukan bahwa mereka terdampar di pulau Nusrowi.

“Kami pun tidak tahu dimana lokasi pulau Nusrowi pencarian pun terus berlangsung. Pukul 9 pagi tadi tim berhasil menemukan mereka dan semua dalam keadaan selamat,” katanya.

Nelayan sekeluarga tersebut berniat berekreasi sehingga sudah menyiapkan bekal dari rumah termasuk terpal yang mereka manfaatkan untuk membuat tenda darurat. Perahu mereka terseret arus setelah kehabisan bahan bakar. “Rasanya miris, karena ada anak kecil yang baru berusia 3 tahun. Bersyukur mereka semua selamat,” ujarnya lagi.

Setelah berhasil ditemukan, tim pun mengevakuasi para korban menggunakan perahu karet dan membawanya ke dermaga Ransiki. Sekitar pukul 12.30 WIT mereka tiba di rumah di Kompleks Sowi Manokwari.

“Empat orang ikut kami ke Manokwari, sedangkan bapaknya (Jorobi Wanggai) menggunakan perahu dari Ransiki ke Manokwari. Sore tadi kami menerima laporan pak Jorobi tiba di Manokwari dengan selamat,” pungkasnya. (ibn)

 

Tinggalkan Balasan