Ilustrasi. Foto: Ist

NRFPB Kutuk Penembakan Warga Sipil di Enarotali

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Juru bicara Negara Republik Federal Papua Barat atau NRFPB, Jack Wanggai, mengutuk penembakan warga sipil di Enarotali, Papua, hingga menyebabkan 5 orang tewas, baru-baru ini. Ia mendesak kasus ini dilaporkan ke Mahkamah Internasional untuk segera diusut dan diadili. (Baca: Aparat Gabungan Tembak Mati Warga Sipil di Enarotali, Papua)

Jack juga membantah tudingan dihembuskan kalau warga yang ditembak adalah sipil bersenjata. “Tidak ada masyarakat sipil bersenjata.Secara logika yang memiliki senjatahanyaaparat kepolisian dan TNI,” tegas Jack kepada wartawan di kantor Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Mnukwar, Kamis (11/12/2014).

Bahkan Jack menuding jika benar warga sipil yang daerah tersebut memegang senjata hingga berujung pada peristiwa berdarah tersebut, “Maka kelompok sipil bersenjata itu telah dibiayai oleh negara.”

Jack mendesak pihak keamanansegera menangkap pelaku penembakan warga sipil ini, sehingga tidak ada lagi gejolak yang terjadi lagi di Tanah Papua, seperti pada kasus Biak Berdarah, Wasior, Wamena, Abepura, Merauke dan Timika. “Hal itu harus dihindari sehingga tidak terulang lagi,” ia menegaskan. (Baca: Kasus Enarotali Berdarah, Presiden Didesak Bentuk Penyelidik)

Menurut Jack, aparat tidak boleh lagi “menipu” masyarakat dengan menyatakan sebuah peristiwa sedang diselidiki ketika ditagih oleh publik. “Karena sering bilang sedang diteliti akhirnya kasus-kasus tersebut dihentikan,” kritik Jack.

Untuk aparat yang sering “menipu” ini Jack menyebutnya sebagai, “Yang tidak memiliki kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka tergolong rendah.” | TAKDIR

Tinggalkan Balasan