ilustrasi

Obet Ayok: Pelaku mutilasi harus diproses hukum

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tokoh masyarakat Obeth Ayok menegaskan tidak ada siapapun di daerah ini yang kebal terhadap hukum. Pernyataan ini terkait dengan kasus mutilasi yang dilakukan tersangka NS dan MS terhadap Dolfinus Manggara, yang ditubuhnya ditemukan di sekitar Kantor Dinas PU Kompleks Perkantoran Arfai dalam keadaan kedua tangan kakinya terpisah dari tubuh.

“Kasus mutilasi ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan ini lebih sadis dari perlakuan PKI. Tidak ada yang kebal hukum, kami tidak memberikan perlindungan kepada pelaku kejahatan semacam itu,” tegas Obeth Ayok saat ditemui, Senin (28/8).

Dikatakan, sebagai tokoh masyarakat Arfak ia tetap menjaga nama baik Arfak. Jadi kalaupun ada penyelesaian secara kekeluargaan berupa bayar uang darah dan sebagainya, hal itu jangan sampai mengurangi proses pidana terhadap dua pelaku tersebut.

“Saya minta kepada pihak keluarga korban agar menyerahkan hal ini sepenuhnya pada penegak hukum. Selain itu saya juga minta agar keluarga besar Arfak jangan membuat gerakan tambahan sebab nanti akan berhadapan dengan saya,” kata Ayok.

Sementara Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma menyayangkan kejadian ini. Dia menilai adanya kasus pembunuhan di wilayah ini menunjukan sistem pengamanan yang dijalankan penegak hukum seperti Polres maupun Polda belum maksimal.

“Di Manokwari ini yang belum ada hanya angkatan udara, namun semua angkatan saya pikir sudah ada baik Kepolisian, Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Harusnya ada rasa aman bagi masyarakat dengan adanya institusi – instisusi negara itu,” kata Filep.

Secara khusus Filep meminta Kapolda Papua Barat agar melakukan evaluasi kinerja terhadap anggota polisi yang ada di daerah ini, sebab rasa aman bagi masyarakat menjadi sangsi ketika kejadian demi kejadian terus terulang, apalagi yang terbaru adalah kasus mutilasi.

“Saya berharap kepolisian dapat berperan optimal dalam menjaga Kamtibmas di daerah ini, sebab masyarakat pasti merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini, perlu dilakukan patroli yang optimal,” ujarnya. (mar)

Tinggalkan Balasan