OJK menyatakan akan segera membentuk Satgas waspada investasi di Papua – Papua Barat.

OJK Papua dan Papua Barat segera bentuk Satgas waspada investasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia Regional Papua dan Papua  Barat akan membentuk satuan tugas waspada investasi pada tahun 2018 mendatang. 

Hal ini dikatakan  Kasubag Perlindungan Konsumen OJK Papua dan Papua Barat, Lutfi Arnawan , Kamis (30/11) lalu di kantor BEI Manokwari.

“Saat ini kita sedang koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Pemprov Papua Barat, instansi terkait dan Polda Papua Barat, karena mereka yang nanti akan duduk pada susunan pengurus Satgas tersebut.Target triwulan pertama 2018 mendatang, satgas sudah terbentuk,” bukanya.

Pembentukan satgas ini,  jelas dia, merupakan arahan dari  Pemerintah Pusat untuk menjawab harapan masyarakat dalam mengatasi dan menginventarisasi penipuan investasi bodong, khususnya pada lingkungan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, mulai dari pedagang kaki lima, petani dan wiraswasta.

“Jika ada tindak pidana, aparat kepolisian bisa menindaklanjutinya untuk diperiksa dan disidik. Kemitraan mengatasi investasi bodong sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Arnawan menyebut, sejauh ini laporan dari Papua Barat tentang investasi bodong masih minim. Oleh karenanya, dia berharap dukungan masyarakat untuk berani menghubungi atau bertanya seputar investasi kepada OJK.

“Kalau di Provinsi Papua warga berperan aktif. Dua perusahaan investasi bodong yaitu Talk Fusion dan UN Swissindo, per Oktober 2017 aktivitas  penghimpunan dana masyarakat kita hentikan. Saya harap respon serupa terjadi di Papua Barat,” harapnya.

Sembari menunggu Tim Satgas Waspada Investasi terbentuk, Arnawan mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center di 1500655 atau telpon di (0967) – 522466 kantor OJK Papua dan Papua Barat untuk mengonsultasikan investasi yang dicurigai illegal. (cr-80)

Leave a Reply

%d bloggers like this: