Ombudsman

Ombudsman: Sejumlah Sekolah Diduga Lakukan Pungutan Liar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ombudsman Papua Barat menyatakan telah menerima laporan bahwa sejumlah sekolah di Papua Barat diduga melakukan pungutan liar biaya pengayaan dan komite sekolah terhadap para orang tua siswa. Laporan ini direkam Ombudsman dari para orang tua siswa tingkat SD, SMP dan SMA sepanjang tahun 2015.

Terkait dugaan tersebut, Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman Perwakilan Papua Barat Yunus Kaipman mengatakan, seharusnya pungutan liar tidak perlu terjadi sebab negara telah menyediakan biaya pengayaan dan komite sekolah pada pos dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dana BOS itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara APBN dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak boleh lagi dilakukan pungutan liar kepada siswa,” kata Yunus di Manokwari, Jumat (19/2).

Ia mengatakan, seharusnya pihak sekolah melakukan upaya lebih untuk menekan pungutan tambahan. “Oknum guru yang melakukan pungutan tambahan juga harus ditindak. Jangan biarkan ini menjadi kebiasaan ‘buruk’,” tambah dia.

Pihak dinas juga diharapkan memberikan tindakan tegas kepada sekolah yang ditemukan memungut biaya tambahan dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Terlepas dari itu, Yunus mengatakan Ombudsman akan melakukan investigasi ke sejumlah sekolah untuk mendapatkan bukti valid atas laporan tersebut.

“Pengutan biaya komite sekolah dan pengayaan merupakan salah satu unsur penyalahgunaan kewenangan sehingga tahun ini kami akan mengambil sampel di beberapa sekolah setingkat SD, SMP dan SMA,” katanya.

Yunus menghimbau masyarakat di Papua Barat yang merasa terjadi mall administrasi dalam layanan publik pemerintahan, termasuk layanan di sekolah, agar melapor ke Ombudsman sehingga dapat ditindaklajuti secepatnya. |EDY MUSAHIDIN