Ombudsman Papua Barat

Ombudsman: Sekolah Tak Boleh Tarik Iuran!

MANOKWARI, Cahayapapua.com–– Ombusdman Papua Barat mengingatkan penyelenggara SMA/SMK di Papua Barat untuk tidak menarik pungutan dari siswa – siswi yang akan mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Nasional Berbasis Komputer. UN SMA dan SMK akan digelar pada April ini, SMK akan menggelar ujian lebih dulu mulai hari ini hingga 6 April, sementara SMA pada 10 – 13 April.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua Barat, Nobertus, menegaskan, biaya penyelenggaraan Ujian Nasional menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga sekolah tak boleh menarik iuran dari peserta ujian. “Kalau ada penarikan iuran untuk UN, itu termasuk pungutan liar (pungli),” katanya menegaskan, Minggu (2/4/).

Nobertus menegaskan, sesuai UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, peran masyarakat sudah diatur dalam PP Nomor 48 Tahun 2016 tentang Pendanaan Pendidikan, yakni pendanaan tersebut tidak boleh dalam bentuk pungutan atau pemaksaan. “Yang boleh adalah bantuan atau sumbangan. Kalau ada sekolah yang menetapkan besaran nominalnya atau mewajibkan membayar, jelas-jelas itu sudah masuk dalam pungli,” jelasnya.

Menurutnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah juga sudah mengatur bahwa sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada orangtua siswa maupun peserta didik.

Saat ini, Nobertus mengatakan, Ombudsman Papua Barat telah membentuk tim untuk memantau jalanya UN serta menerima laporan dari masyarakat. Ini berlaku untuk semua tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat SMA/SMK.

Sementara itu SMA Negeri 1 Manokwari mendorong siswa – siswinya untuk giat belajar menjelang Ujian Nasional. Para orang tua juga didorong berperan aktif memberi semangat kepada anak-anak mereka menjelang ujian.

“Saya minta peserta UN fokus belajar,” kata Kepala SMA Negeri  1 Manokwari, Lukas Weno di Manokwari baru-baru ini. Ia mengatakan tahun ini jumlah pelajar SMAN1 Manokwari yang akan mengikuti ujian sebanyak 428 siswa.

Menurut Lukas untuk memastikan ujian berjalan berkualitas para orang tua juga harus berperan aktif mengawasi dan memberikan semangat anak-anak mereka. “Perhatian dan dorongan dari orang tua sangat penting supaya anak didik bisa meraih hasil memuaskan,” katanya.

SMAN 1 Manokwari merupakan sekolah di Manokwari yang pada tahun ini akan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk tujuan tersebut, pihak sekolah telah menyiapkan 200 unit komputer serta 105 unit laptop.

Lukas mengatakan meski fasilitas UNKB terbatas, ia optimis pelaksanaan UNBK bisa terlaksana dengan lancar. “Walau terbatas, tidak mengurangi semangat kami melaksanakan UNBK,” ujarnya. (ACS/ MAR)

Tinggalkan Balasan