Ilustrasi PLTD PLN

Ombudsman Telusuri Pemadaman Listrik di Kaimana

MANOKWARI, Cahayapapua.com–– Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Barat menulusuri permasalahan terkait pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di Kabupaten Kaimana.

“Kita sudah lakukan investigasi terhadap persoalan pemadaman lampu. Pihak PLN sudah memberikan klarifikasi atas kondisi tersebut,” kata Asisten Pratama Bidang Pengawasan Ombudsman, Yunus Kaipman, Jumat (15/4/2016)

Yunus menyebutkan, sesuai klarifikasi PLN pemadaman itu terjadi akibat, gangguan mesin pembangkit pada PLTD. Gangguan itu berdampak terhadap berkurangya daya listrik di kota senja itu.

Selain itu, lanjut Yunus, dua unit mesin pembangkit dari pemerintah daerah pada 2006 lalu, tidak mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus bertambah.

“Kapasitas daya yang dibutuhkan adalah 3.150 kwh-3.450 kwh. Saat ini, yang tersedia hanya 900 kwh sehinga terjadi devisit daya yang sangat besar,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi tersebut disikapi PLN dengan melakukan pemadaman bergilir sejak pukul 08.00-17.00 Wit. Yang terjadi sejak awal 2016 lalu.

Menurutnya, pada kondisi tertentu sering terjadi pemadaman total. Ombdusman juga menyarankan kepada PLN agar berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah mengenai devisit daya listrik.

“Kami juga telah sampaikan kepada pemerintah daerah untuk ikut membantu menyampaikan informasi terkait kondisi PLN. Sehingga tidak memicu sikap kritis masyarakat yang berlebihan,” ujar Yunus.

Yunus menambahkan, hasil pertemuan Ombudsman bersama PLN dan pemerintah daerah telah mengerucut pada satu kesepakatan. Diantaranya, penambahan daya dengan menyewa mesin pembangkit, mematangkan rencana pembangunan PLTMG berkapasitas 10 mega watt, serta pembangunan satu unit mesin yang berfungsi mengantisipasi kondisi genting pada saat terjadi pemadaman.

Pada pertemuan itu, lanjuhnya semua pihaknya pun sepakat terkait pembuatan regulasi daerah yang mengatur jarak tanaman dan rumah warga dari jaringan listrik bertegangan tinggi

“PLN berkomitmen pada bulan Mei hingga Juni dua mesin bantuan akan didatangkan untuk membantu menjawab devisit daya yang terjadi di Kaimana,” pungkasnya. (ALF)

Tinggalkan Balasan