Sejumlah terapis panti pijat saat mendengar pengarahan dalam Operasi Bina Waspada II tahun 20017 oleh Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Manokwari, Iptu Subiyanto, Kamis.

Operasi Bina Waspada, polisi sasar terapis panti pijat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Operasi Bina Waspada yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Manokwari diharap dapat menangkal gerakan intoleran yang mengarah pada radikalisme.

Hal ini kembali dilakukan Polres Manokwari, guna menyikapi berkembangnya isu radikal dan gerakan anti Pancasila di Indonesia.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Manokwari, Iptu Subiyanto, yang menyambangi langsung sejumlah pekerja tempat hiburan malam dan terapis di panti pijat, menyerukan untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban serta menjauhi Miras dan Narkoba.

“Tentu kita harapkan, kegiatan (Operasi Bina Waspada II tahun 2017) ini, bisa merangkul semua pihak, untuk menangkal aksi intoleran dan radikalisme,” ungkapnya, Kamis.

Pada kesempatan itu juga, Subiyanto berpesan kepada seluruh pengusaha tempat hiburan malam dan panti pijat, untuk menjaga kenyamanan lingkungan sekitar dan tak mudah terprofokasi isu intoleran yang berkembang.

“Kami mewakili Polres Manokwari, menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk menyuarakan Pancasila adalah harga mati, demi keutuhan dan kesatuan NKRI. Dan menolak segala bentuk gerakan radikalisme,”  ucapnya. (cr-80) 

Tinggalkan Balasan