Lapas Manokwari

Operasi Narkoba, Petugas Santai Ngobrol dengan Penghuni Lapas

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Maraknya peredaran narkoba saat ini merupakan ancaman bagi generasi bangsa. Ini membuat para penegak hukum dituntut meningkatkan pengawasan di semua lini.

Dalam beberapa bulan terakhir ini Kepolisian Polda Papua Barat dan Badan Narkotika Nasional melakukan operasi mendadak di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas II Manokwari.

Kepala Lapas Manokwari Jefius J. Siathen mengatakan, dalam operasi tersebut Badan Narkotika Nasional BNN Papua Barat berhasil menjaring sekitar 8 penghuni Lapas yang positif menggunakan narkoba jenis ganja. “Para pelaku langsung dilakukan asesmen oleh BNN,” ujarnya.

Operasi tersebut menurut Siathen, berjalan dengan lancar tanpa ada gejolak ataupun perlawanan dari penghuni Lapas. “Semua berjalan baik malah penghuni Lapas diajak ngobrol-ngobrol dengan petugas BNN maupun Polda saat operasi tersebut,” katanya.

Secara terpisah Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Papua Barat Benny Patiasina membenarkan pernyataan Jefius.

Kata dia saat dilakukan operasi pada Selasa (12/4) lalu ditemukan delapan penghuni Lapas yang positif menggunakan narkoba. Mereka semua diasesmen oleh BNN bekerjasama dengan kantor Kementerian Hukum dan HAM wilayah Papua Barat.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Barat siaran pers Senin (25/4) lalu menyebutkan dalam operasi bersinar selama hamper sebulan, pihaknya hanya menemukan 4 kasus pengguna narkoba yang diproses hukum. Selebihnya sebanyak 10 orang terdiri dari 1 PNS, 1 mahasiswa dan 8 yang terdiri dari pekerja swasta direhabilitasi.

Secara terpisah Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat, Agus Purwanto mengklaim seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Papua Barat bersih dari narkoba.

“Ketika dilakukan razia oleh Polda Papua Barat di Lapas Manokwari tidak ditemukan narkoba, kami relatif clean (bersih). Lapas di Papua Barat tidak ditemukan narkoba,” kata Purwanto, Rabu (27/4).

Meski demikian, Agus mengakui sejumlah narapidana kasus narkoba saat ini sedang menjalani masa kurungan di beberapa Lapas di daerah ini.

“Itu kasus adanya di luar yang kemudian diproses hukum sehingga menjadi tahanan di Lapas,” ujar Purwanto. (MAR/ALF)

Tinggalkan Balasan