Origenes Nauw. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Toyiban

Origenes Nauw: Selesaikan Konflik, Bentuk Maybrat Jadi 2 Kabupaten

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com- Konflik yang selama terjadi di Kabupaten Maybrat dapat diselesaikan jika dua daerah yakni Ayamaru dan Aifat dipecah menjadi menjadi dua kabupaten.

Hal ini disampaikan legislator DPR Papua Barat, Origenes Nauw baru-baru ini. Keterangan itu disampaikan menyusul terjadinya pembakaran kedung DPR dan Bupati beberapa hari lalu.

“Persoalanya inikan menyangkut letak ibu kota, jalan terbaiknya adalah pemerintah provinsi dan kabupaten Maybrat harus mendorong pemerintah pusat untuk mewujudkan satu kabupaten baru di kabupaten tersebut,” katanya.

Daerah Otonom Baru (DOB) baru ini untuk mewadahi pihak-pihak yang belum bisa menerima keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang letak ibukota Kabupaten Maybrat.

Politisi Golkar ini mengatakan, sesuai keputusan MK, ibu kota/kabupaten tersebut adalah di Ayamaru, namun ada masyarakat yang masih menginginkan agar ibukota Kabupaten ini di Kmurkek.

Jika langkah tersebut belum memungkinkan, Solusi kedua dapat dilakukan adalah melalui momentum pemilihan kepala daerah kedapan. Harus ada dimunculkan pemimpin yang cerdas dan bijak memandang pembangunan Maybrat kedepan.

“Dan pastinya figur ini netral dari kepentingan kedua kelompok yang saat ini berseteru,” katanya.

Maybrat lanjut Ori harus segera kondusif, sebab jika konflik terus berkepanjangan, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi dan menurunkan status kabupatean Maybrat yang kini sudah berstatus kabupaten difinitif.

“Kita prihatin dan sangat disayangkan, kenapa sampai kantor bupati dan DPR di Bakar, hal ini akan berdampak pada pelayanan. Disisi lain pemerintah harus berfikir lagi untuk mencari anggaran dalam rangka pembangunan ulang kedua kantor tersebut,” katanya.

Persoalan ini sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia berharap, kepada tokoh masyarakat Ayamaru dan Aifat untuk dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar persoalan ini tidak berkepanjangan.

Pembakaran ini akan berdampak langsung pada stabilitas pelayanan pemerintah maupun pembangunan dikabupaten tersebut. Sebab, peristiwa pembakaran ini tentunya telah menghanguskan dokumen-dokumen penting pemerintah daerah.

Ia berharap kedepan tidak akan ada lagi konflik di Maybrat, agar dana pemerintah maksimal diarahkan pada proses pembangunan, bukan terus menerus dikeluarkan untuk menangani konflik. “Ini tergantung kepala daerah,” katanya.

Terkait konflik di Maybrat, selama ini upaya penyelesaian sudah berulang kali dilakukan bahkan pemerintah provinsi pun sudah pernah turun untuk memediasi penyelesaian konflik tersebut.

Namun demikian, menurutnya upaya penyelesaian yang selama ini ditempuh Pemerintah Maybrat maupun provinsi belum bisa menyentuh pada akar persoalan yang memicu adanya konflik terbuka seperti sekarang ini. |TOYIBAN

Tinggalkan Balasan