Kantor Imigrasi wilayah Papua Barat saat melakukan pengawasan tenaga kerja asing di perusahaan PT.SDIC Cement Papua Indonesia.

PAKAI IJIN TEKNISI, PEKERJA PABRIK SEMEN MARUNI MALAH JADI KOKI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kantor Imigrasi Wilayah Papua Barat, Selasa (20/10/2015) menggelar pengawasan Orang Asing (Pora) khususnya kepada tenaga kerja asing yang beroperasi di sektor perusahaan PT.SDIC Cemen Papua Indonesia.

Pengawasan tersebut merupakan pengawasan tahap II yang diberlakukan serentak secara nasional. Dalam pengawasan tersebut para petugas Imigrasi mendapati beberapa pekerja Asing yang bekerja tidak sesuai dengan Surat Ijin bekerjanya di perusahaan tersebut.

Dalam surat izin bekerjanya atau IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) tersebut dikategorikan sebagai engginer (teknisi), namun kenyataan yang terjadi di lapangan, pekerja asal China tersebut harus bergantian bekerja sebagai juru masak (Koki).

Sesuai data yang dihimpun, hal tersebut dilakukan para pekerja mengingat jabatan koki masih belum terisi, sehingga para pekerja yang lowong berinisiatif bergantian untuk memasak.

Selain itu terdapat juga beberapa pekerja yang belum mengantongi surat-surat ijin seperti Kitas dan lain sebagainya, melainkan masih menunggunakan Visa Kunjungan.

“Yang diawasi itu berkenaan dengan kegiatan Orang Asing yang berada di wilayah kerja Imigrasi Papua Barat. Jadi kalau ditemukan pelanggaran-pelanggaran sesuai dengan Visa yang dimiliki, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Kepala Kantor Imigrasi Papua Barat, Budy Setyawan kepada wartawan usai melakukan pengawasan.

Sesuai aturan yang berlaku, tahapan yang dilakukan dalam pengawasan tersebut berupa pemeriksaan administrasi, pemantauan dan pengamatan di lapangan serta memeriksa dokumen-dokumen dan ijin keimigrasian.

Lanjut Budy, semua hasil yang didapati akan segera di laporkan ke Pusat melalui Kementrian Hukum dan HAM Perwakilan Papua Barat, sehingga para pekerja Asing yang dinilai melanggar aturan yang berlaku akan di tindak dan tidak menutup kemungkinan akan di Deportasikan.

“Jadi Passpor atau Visa yang mereka akan kita periksa, apabila ada suatu data yang tidak sesuai maka akan kita tindak,”jelasnya.
Terkait dengan tidak bertolak belakang yang dilakukan pekerja dan surat ijin kerjanya, Budy mengatakan, hal tersebut akan menjadi prioritasnya, karena hal tersebut tidak sesuai dengan yang diperuntukan dalam ijin bekerja.

Dalam pengawasan tersebut, para petugas Imigrasi terbagi menjadi dua tim dimana tim 1 yang dipimpin Kepala Seksi Laintuskim Imigrasi papua Barat, Muh, Hidayat betugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada Sub Kontraktor Sinoma, CRCC 19 dan Indofudong.

Sedangkan tim II yang dipimpin Kepala Tata Usaha Imigrasi Papua Barat, Suratman betugas mengawasi Sub Kontraktor di PT.Indonesia River Engginering. |ADITH SETYAWAN|BUSTAM