Rahmad Cahyadi Sinamur

PAN Ingatkan Pasangan Calon Tak Klaim Rekomendasi sebagai Keputusan Final

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pasangan bakal calon gubernur dan

wakil gubernur Papua Barat yang mengantongi rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) diingatkan untuk tidak asal mengklaim rekomendasi tersebut sebagai keputusan final terkait dukungan partai. Ketua DPW PAN Provinsi Papua Barat, Rahmad Cahyadi Sinamur mengatakan, hingga kini belum ada surat keputusan resmi yang diterbitkan oleh DPP PAN terkait dukungan partai kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat. “Kandidat yang direkomendasikan oleh PAN, ada tiga pasangan calon. Ini yang saya tahu dan lihat. Karena, saya yang urus. Pasangan calon juga tidak boleh mengklaim bahwa, PAN telah memberikan dukungan, karena rekomendasi itu belum final, masih bersyarat dan berproses,” kata Rahmad, Kamis (11/8/2016). Partai PAN memiliki 4 kursi dari hasil pileg 2014 lalu. Sesuai aturan normatif, PAN harus berkoalisi agar dapat mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pilkada Papua Barat 2017 mendatang. Kata Rahmad, tiga pasangan calon yang diajukan oleh DPW PAN berdasarkan masukan dari pengurus dan kader partai yang diperoleh secara berjenjang. Yaitu, pasangan Irenen Manibuy-Abdullah Manaray, Stevanus Malak-Ali Hindom, dan Dominggus Mandacan-Muhammad Lakotani. Sempat dikabarkan, rekomendasi atau sikap PAN ini telah mengarah kepada pasangan Dominggus Mandacan-Muhammad Lakotani. Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada menghendaki, pasangan calon harus mendapatkan dukungan DPP. Dengan demikian, ketentuan ini memberikan kewenangan penuh bagi DPP setiap parpol bisa mendukung atau mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Meski pasangan calon tidak mendaftar atau diusung oleh DPD/DPW parpol yang bersangkutan di tingkat kabupaten/kota, dan provinsi. “Semua rekomendasi ini masih bersifat sementara. Kita juga melihat apakah pasangan calon yang mendapatkan rekomendasi ini mampu mengumpulkan atau dapat dukungan dari parpol lain atau tidak. Finalnya, SK akan ditandatangani oleh Ketua umum dan Sekretaris Jenderal,” ujar Rahmad. Saat membuka pendaftaran, sebanyak 12 calon yang mendaftarkan diri ke PAN. Dari jumlah ini, sembilan calon mengembalikan berkas dan memenuhi syarat. Sedikitnya, empat pasangan calon dinyatakan lolos proses verifikasi oleh Tim pilkada DPW PAN. Sayangnya, Rahmad tidak membeberkan nama-nama calon yang dimaksud. Namun hasil pleno di tingkat DPW PAN, hanya tiga pasangan yang dinyatakan dapat diusulkan ke ke DPP PAN guna mendapatkan pertimbangan lebih lanjut. Rahmad menambahkan, Pasangan yang didukung oleh PAN harus mempunyai niat yang baik dan berkomitmen membesarkan partai serta kemajuan masyarakat Papua Barat. Hingga kini, PAN belum bersikap soal arah koalisi jelang pelaksanaan pilkada. Kendati demikian, sebagai parpol yang hanya memiliki 4 kursi, Rahmad mengakui, komunikasi politik dengan semua parpol berjalan intens. “PAN adalah embrionya Muhammadiyah. Kami akan melihat partai-partai lain yang mempunyai platform dan tujuan yang sama. Tidak mungkin kami berseberangan,” pungkasnya. (ALF)

Tinggalkan Balasan