Ilustrasi

Panen Gabah Manokwari meningkat 4.420 ton

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Hasil panen gabah kering di wilayah kabupaten Manokwari, Papua Barat, di perkirakan meningkat hingga 4.420 ton pada satu kali panen.

Wakil Bupati Manokwari Edy Budoyo di Manokwari, Kamis (19/10/2017) mengatakan, Manokwari merupakan salah satu kabupaten di Papua Barat yang menerima program cetak sawah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo. “Kita sudah menerima program ini sejak tahun 2016. Otomatis area sawah kita bertambah dan tentu hasil panen pun meningkat,”kata Edy.

Melalui program tersebut, Manokwari mendapat tambahan 1.055 hektare sawah baru. Ia optimistis, melalui program cetak sawah swasembada beras di daerah tersebut akan terwujud.

Dia mengutarakan, Manokwari masih memiliki lahan cukup luas. Program ini diharapkan terus berlanjut dan bisa meningkatkan gairah para petani. “Saya mengimbau masyarakat yang sudah menerima program ini, manfaatkan lahan secara baik. Jangan alihfungsikan untuk kepentingan lain, apalagi sampai dijual,” ujarnya mengingatkan.

Edy menyebutkan, program cetak sawah di Manokwari berjalan lancar atas kerja keras TNI-AD.  Meskipun demikian, ada beberapa persoalan yang dialami petani dalam tahap perawatan.

Beberapa persoalan yang masih sering dialami petani, menurutnya masalah jaringan irigasi, kelancaran stok pupuk bersubsidi serta serangan hama. “Ini faktor penting yang harus kita perhatikan. Penanganan harus dilakukan secara serius, jika tidak bisa mempengaruhi hasil panen,” ucapnya.

Dia berpandangan, petani kesulitan menghadapi masalah tersebut, sehingga membutuhkan kehadiran pemerintah. “Saya sudah minta Dinas Pertanian untuk terus memantau ke lapangan. Kasian kalau sampai mereka gagal panen,”pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan