Kunjungan kerja perdana Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau ke Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (7/7).

Pangdam dan Pemda sepakat dorong masyarakat asli Papua jadi TNI

MANSEL, Cahayapapua.com— Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (7/7/2017).

Dalam kunjungan itu, Pangdam bersama jajarannya melakukan tatap muka dengan pemerintah daerah dan wakil masyarakat Kabupaten Manokwari Selatan di Koramil Ransiki.

Hadir dari pihak pemerintah, Bupati Markus Waran, Wakil Bupati Wempi Welly Rengkung, Ketua DPRD Essau M. Ahoren dan sejumlah anggota dewan serta sejumlah pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Dalam pertemuan bersama itu, disepakati untuk bersama mendorong masyarakat asli Papua untuk di didik menjadi TNI.  Kesepakatan ini juga akan diperkuat dengan rencana pembangunan Rindam (Resimen Induk Kodam) di Kabupaten Manokwari Selatan. Beberapa dari lima komponen Rindam akan dipusatkan di Kabupaten Segitiga Emas ini.

Mereka juga sepakat untuk saling mendukung dalam mendorong percepatan pembangunan di Papua khususnya di Papua Barat. Para pemangku kepentingan ini mengaku akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memaksimalkan rencana-rencana tersebut.

“Kami juga sangat membutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat, baik secara kelompok maupun individu, karena sebagai subjek dalam perjuangan ini adalah masyarakat, hasilnya akan lebih maksimal apabila upaya pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” terang Pangdam.

Pangdam dalam sambutannya juga menegaskan, dirinya siap memerangi apapun yang dapat merusak dan merugikan masyarakat, khsusunya generasi-generasi Papua. Untuk itu sebagai peringatan kepada para pelaku usaha yang ada di wilayah Papua khususnya di Papua Barat, untuk tidak menjalankan usaha yang ilegal, termasuk memperjual belikan miras narkoba dan semacamnya.

“Saya sudah ingatkan, cepat atau lambat selama saya masih menjadi pangdam, apapun yang mungkin merusak dan merugikan masa depan generasi akan saya perangi,” tegasnya.

Pangdam juga meminta kepada para pimpinan daerah untuk terus meningkatkan pembinaannya kepada para pegawainya, termasuk bagi para tenaga guru dan tenaga kesehatan yang pada umumnya disebar ke kampung-kampung.

Menurut pantaunnya, para pegawai di wilayah Papua ini masih belum maksimal menjalankan tugasnya, bahkan belum memahami jam kerja dengan baik.

“Terutama yang ada di pedalaman, kadang di tempatkan 10 yang betah hanya 3 orang, itupun membuka layanan tidak kontinue, kalau begini bagaimana anak-anak kita mau pintar, bagaimana mereka mau sehat untuk menjalani aktifitasnya, kondisi ini harus kita lawan bersama untuk mencapai puncak perjuangan memajukan masyarakat Papua,” pintanya.

Senada dengan pangdam, Bupati Manokwari Selatan Markus Waran saat menyampaikan sambutannya pada acara tatap muka yang berlangsung di Koramil Ransiki, mengatakan, pihaknya akan segera mempersiapkan anak-anak Mansel yang berpotensi untuk menempuh jalur pendidikan di bidang militer.

Bibit tersebut akan mulai bina sejak mereka masih duduk di bangku SMP, agar mereka bisa memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri menuju jalur militer.

Menjalankan misi ini, bupati mengaku akan bekerja sama dengan Koramil Ransiki.

Beberapa poin yang akan menjadi fokus dalam pemilihan bibit ini adalah mental, postur tubuh, intelektual dan kesehatan. Ini akan terus dijaga dan di bina selama masih menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Soal Markas Rindam di Kabupaten Manokwari Selatan, tidak tanggung-tanggung, pemerintah setempat akan menghibahkan lahan yang sudah dilengkapi dengan belasan bangunan ke Kodam untuk dibangun Markas Rindam.

Melihat kesiapan Pemda dan masyarakat Manokwari Selatan  dalam menyambut kehadiran mereka di daerah tersebut, spontan Pangdam mengaku akan kembali mengevaluasi rencana pembangunan Rindam yang sudah disusunnya beberapa waktu lalu.

“ Awalnya saya belum tau kalau lahan yang akan diserahkan oleh pemda dan masyarakat sudah lengkap dengan bangunannya, makanya saya rencanya akan menempatkan markas pendidikan bintara di Manokwari Selatan, namun karena kesiapan lahan di sudah cukup siap, maka perencanaan ini akan saya tata kembali, apakah tetap pada perencanaan awal atau Rindam Mansel akan saya tambah menjadi markas Komando,” terangnya saat melakukan kunjungan ke lokasi yang akan di serahkan pemda.

Sementara itu, menurut Wakil Bupati Wempi Welly Rengkung, bahwa kawasan serta semua aset pemerintah yang sudah ada di kawasan tersebut, akan diserahkan kepada Kodam untuk pembangunan Rindam, proses administrasinya sedang di persiapkan.

“Kalau hari ini (kemarin,red) kita sudah sepakat untuk penyerahan, namun sebagai lembaga pemerintahan penyerahan secara resmi akan kita laksanakan,” singkatnya. (acm)

One comment

  1. Orang Papua STOP sudah jd TNI Polri!!

Tinggalkan Balasan