Wakil Bupati Mansel Wempi W Rengkung(1)

Pangkalan TNI-AL rencananya ditempatkan di Momiwaren

RANSIKI, Cahayapapua.com— Sejak Daerah Otonom Baru Kabupaten Manokwari Selatan terbentuk, dan terpilih bupati dan wakil bupati definitive, berbagai perangkat baik di daerah maupun vertikal hadir di Kabupaten Manokwari Selatan.

“Kehadiran Lantamal XIV Sorong ke Manokwari Selatan bulan lalu, telah kami terima menerima perwira penghubung (LO). Mereka memiliki perencanaan untuk melakukan operasi wilayah pertahanan laut di Manokwari Selatan. Yang nantinya pangkalan ini direncanakan ada di Momiwaren,” ungkap Wakil Bupati Mansel Wempi Welly Rengkung pekan lalu terkait kehadiran LO TNI-AL di daerah ini.

Saat ini perkantoran LO TNI-AL berada di Distrik Oransbari, seraya menunggu proses operasional berjalan.

Dalam waktu dekat, kata Wempi, pimpinan Lantamal XIV akan berkunjung ke Manokwari Selatan. “Karena nanti ada dua kapal pengintai yang akan ditempatkan di sini,” ungkapnya.

“Perlahan tetapi pasti, kita sudah memulai. Perkantoran-perkantoran, tugas perbantuan, instansi vertical ini sudah mulai ada di Kabupaten Manokwari Selatan. Sehingga pembangunan di daerah ini semuanya akan terakomodir,” sambung Wempi.

Lanjut Wempi menjelaskan, direncanakan akan ada 200 personil AL yang akan di tempatkan di daerah ini. “Untuk TNI-AD sudah ada, kepolisian juga sudah ada. Kita akan bangun bersama,” tuturnya.

Selain menyiapkan lahan, pemda akan mendukung dana operasional bagi lembaga-lembaga ini. “Namanya juga baru, seperti misalnya kantor, rumah tinggal harus kita sewa. Dan dukungan operasional kendaraan  dinas dengan bantuan yang bisa  kita berikan,” katanya.

Sementara lahan untuk kepolisian (SPN) yang berada di area hutan lindung, menurut Wempi, lokasinya hanya akan sedikit bergeser, karena memang harus keluar dari kawasan konservasi.  “Ini akan ditinjau bersama dinas lingkungan hidup untuk kembali ada pergeseran lokasi. Tetap sesuai komitmen, akan ada 154 hektar,” ungkapnya.

Untuk sementara TNI-AD, aku Wempi, sudah dipenuhi sekitar 260 hektar dari permintaan Kodam sekitar 500-600 hektar. Ia meyakini kehadiran lembaga-lembaga ini akan bersama-sama menopang pembangunan di Manokwari Selatan. (bm)

Tinggalkan Balasan