Sidang sengketa Pilkada Kota Sorong, Rabu (2/11).
Sidang sengketa Pilkada Kota Sorong, Rabu (2/11).

Panwaslu Kota Sorong Mulai Sidangkan Laporan Amos – Noorjannah

SORONG, Cahayapapua.com— Bakal calon wali kota dan wakil wali kota Amos Lukas Watori dan Noorjannah benar-benar merealisasikan ancaman mereka untuk melaporkan KPU Kota Sorong ke Panwaslu setempat.

Pasangan ini melaporkan KPU setelah dinyatakan tak memenuhi syarat sebagai calon wali kota dan wali kota dalam Pilkada Kota Sorong 2017 pada 24 Oktober lalu.

Sidang sengketa kasus mereka telah dimulai Panwaslu Kota Sorong di kantor Panwaslu, Rabu kemarin dan akan berakhir Jumat. Sidang dipimpin Ketua Panwaslu Kota Sorong, Brampi L Sagrim. Sidang selain dihadiri langsung pasangan AMANAH, juga dihadiri komisioner KPU Kota Sorong Daud Mobilala.

Pasangan yang mengusung tagline AMANAH ini mempersoalkan keputusan KPU Kota Sorong No:43/Kpts/KPU.032.436678/X/2016 tentang penetapan hasil verifikasi syarat pencalonan dan syarat bakal paslon tertanggal 24 Oktober 2016.

Dalam keputusan tersebut KPU dinilai tidak melaksanakan tahapan verifikasi administrasi dan faktual yang diamanatkan UU No.10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Usai mendengar pemaparan pelapor, Brampi Sagrim menunda sidang hingga Kamis hari ini dengan agenda mendengarkan jawaban KPU Kota Sorong sebagai terlapor.

Sebagai informasi dalam mengajukan sengketa, pasangan AMANAH menggandeng kuasa hukum Abdul Latif Lestaluhu dan Denny Yapari sementara KPU menunjuk Liston Habonaran Simorangkir Fauddin Wainsaf. (NSR)

Tinggalkan Balasan