Petugas TPS mengangkat kotak suara dari salah satu TPS di Distrik Manokwari Selatan ke kantor distrik setempat untuk dilakukan perhitungan suara tingkat distrik. Panwaslu menyatakan akan menarik ratusan petugasnya untuk menggali informasi pelanggaran Pilkada di Manokwari.

Panwaslu Tarik 427 Petugas Cari Keterangan Pelanggaran Pilkada

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Panwaslu Manokwari akan menarik seluruh petugas pengawas di TPS maupun distrik untuk melaporkan dugaan pelanggaran selama masa pemunggutan suara Pilkada Manokwari, Rabu, 9 Desember lalu.

Ketua Panwaslu Manokwari, Nikodemus Rawar, Sabtu (12/12), mengatakan, petugas yang ditarik tersebut akan dimintai keterangan soal dugaan pelanggaran di tempat tugas mereka.

“Kami mau mengambil data langsung dari mereka, kemudian didata dan diperiksa Panwaslu kabupaten,” kata Nikodemus Rawar.

Menurut mantan Ketua Bawaslu Papua Barat itu, temuan pelanggaran yang dilaporkan nantinya akan diklasifikasi dalam pelanggaran administrasi dan pelanggaran Pemilu. “Pelanggaran admistrasi akan kami rekomendasikan ke KPU Manokwari, sedangkan pelanggaran pemilu kami rekomendasikan ke Gakumdu,” dia menjelaskan.

Petugas Panwaslu ditingkat TPS maupun distrik yang disebar di 9 distrik Manokwari berjumlah 427. Mereka bertugas mengawasi Pilkada Manokwari sebelum pemungutan suara maupun saat pemungutan suara berlangsung hingga perhitungan suara.

Nikodemus mengatakan, selama massa pemungutan suara laporan yang mereka terima baru tiga kasus yakni pencoblosan sebelum waktu yang ditentukan, mahasiswa pemegang formulir c6, hingga habisnya surat suara di TPS 19 Anggori.

Panwaslu berharap warga yang menemukan pelanggaran segera malapor sebelum batas waktu yakni hingga 15 Desember 2015. Jika melewati batas waktu tersebut, Nikodemus menyebut, laporan dianggap kadaluarsa. |ADITH SETYAWAN