Panwaslu Manokwari

Panwaslu Usut Perusakan Alat Peraga Kampanye “PADI”

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Panwaslu Kabupaten Manokwari, mendalami laporan perusakan alat peraga kapanye (APK) milik calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Paulus Demas Mandacan-Edi Budoyo.

Anggota Panwaslu Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Festus Rumadas mengatakan, laporan perusakan alat peraga kampanye telah ditindaklanjuti dengan membuat klarifikasi.

“Kita akan lakukan klarifikasi terhadap pihak pelapor maupun pihak terlapor dan saksi, besok (hari ini,red). Jika hasil klarifikasi masuk dalam tindak pidana pemilu maka, prosesnya ditangani sentra gakumdu,” katanya.

Panwaslu hanya bisa memproses laporan atau pengaduan dalam jangka waktu 12 hari. Tiga hari pertama adalah waktu untuk melakukan klarifikasi setelah menerima laporan, tujuh hari adalah waktu penyelesaian laporan atau kasus.

“Jika dibutuhkan akan ditambah lagi 2 hari untuk melakukan penyelesaiakan sehingga, 12 hari kalender adalah waktu kerja bagi Panwaslu,” kata Festus seraya menambahkan, hingga kini baru satu laporan yang diterima.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP, Hengky Kristanto Abadi mengatakan, Rabu (21/10/2015) tim patroli Polres Manokwari mengamankan seorang pelaku perusakan alat peraga kampanye.

“Pelaku masih dibawah umur sehingga, kami tidak melakukan penahanan . Sudah dikembalikan ke orang tuanya,” katanya.

Menurut Hengky, lokasi perusakan itu terjadi pada Rabu (21/10) di sekitar kompleks Anggrem, Distrik Manokwari Barat. Alat peraga kampanye yang dirusak itu berupa spanduk.

Dikatakan, proses hukum tidak akan dilanjutkan karena, pelaku masih bawah umur. Hasil pemeriksaan awal, aksi pelaku tidak ada motivasi politis.

“Pelaku hanya iseng, spanduk tersebut hendak dipakai untuk tenda mainan. Kami tidak lanjutkan proses hukumnya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Tim sukses pasangan Paulus Demas Mandacan-Edi Budoyo, Xaverius Kameubun mengatakan, tindakan perusakan alat peraga kampanye harus ditindaklanjuti dengan baik.

“Panwaslu harus melihat masalah ini secara seksama, sehingga dapat mengetahui apakah perusakan ini ada unsur politik atau memang kelemahan masyarakat yang kurang memahami aturan. Karena perusakan alat peraga kampanye terjadi di sejumlah tempat,” tandasnya. | RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN