Papua Barat Alami Deflasi -0,55 Persen

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Mei 2016, secara umum menunjukan penurunan. Kondisi ini mengakibatkan terjadi deflasi di provinsi Papia Barat sebesar -0,55 persen.

Atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,95 pada April 2016 menjadi 121,28 pada Mei 2016. Dengan tingkat inflansi tahun kalender Mei 2016 sebesar -0,04 persen. Dan, tingkat inflasi tahun ke tahun, Mei 2016-Mei 2015 sebesar 4,31 persen.

Demikian data perkembangan IHK/ Inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, Rabu (1/6/2016). Secara nasional, inflasi tertinggi tejadi di Pontianak sebesar 1,67 persen dengan IHK sebesar 132,06 persen.

Inflasi terendah terjadi di Palangkaraya sebesar 0,02 persen dengan IHK 120,37. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar -0,92 persen dengan 122,83. Terendah terjadi di Maumere -0,01 persen dengan IHK 117,15.

Deflasi di Papua Barat terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh penurunan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran yakni, kelompok bahan makanan -2,43 persen serta kelompok sandang -0,14 persen.

Kondisi ini juga terjadi karena dipengaruhi oleh penurunan indeks yang signifikan pada beberapa kelompok sub kelompok yaitu, sub ikan segar -8,83 persen, sub kelompok sayur-sayuran -2,98 persen.

Selanjutnya, sub kelompok bumbu-bumbuan -2,11 persen, sub kelompok kacang-kacangan -1,36 persen serta sub kelompok barang pribadi dan sandang lain -1,17 persen.

Adapun perkembangan IHK/Inflasi di Kabupaten Manokwari menempati peringkat inflasi ke-16 di Indonesia. Inflasi di Manokwari terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran.

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2016 sebesar 0,80 persen. Dan, tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 tehadap Mei 2015) sebesar 3,48 persen.

Sementara, perkembagan IHK/Inflasi di Kota Sorong terjadi deflasi sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 122,83. Deflasi terjadi karena adanya perubahan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa. (ALF)

Tinggalkan Balasan