Generasi Penerus Bangsa

Papua Barat Butuh Rumah Rehabilitasi Sosial

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Fenomena kesenjangan sosial bagi anak- anak Papua mengundang keprihatian bagi semua pihak. Untuk mengatasi dan memperbaiki mental psikologis dari anak-anak dibutuhkan panti rehabilitasi social.

Plt Kepala Dinas Sosial Papua Barat Banyamin DJyan Pakiding mengatakan mental anak- anak Papua saat ini sudah teracuni oleh berbagai macam produk negative seperti lem aibon, minuman keras dan merokok, sehingga membuat mereka salah dalam pergaulan dan memperburuk mental calon generasi masa depan ini.

Dinas sosial pernah mengusulkan untuk pembangunan panti rehabilitasi sosial kepada Gubernur Papua Barat sejak tahun 2013, namun hingga saat ini belum disetujui dari segi anggaran.

“Sudah disetujui pengadaan tanah oleh pak gubernur dengan membrikan disposisi, namun setelah dikonsultasikan tidak dimunculkan lagi dianggaran, padahal sebenarnya kalau kita dikasih tanah saja pemerintah pusat bisa membantu untuk peroses pembangunannya,” kata Pakiding.

Untuk melakukan rehabilitasi sosial Dinas Sosial Provinsi selama ini bekerjasama dengan panti rehabilitasi yang ada di Makassar dengan mengirim anak atau korban sosial ke daerah itu.

Untuk kabupaten/kota sudah ada sejumlah kabupaten yang memiliki rumah rehabilitasi social, seperti di Sorong, Kaimana dan Fakfak.

Dinas sosial sendiri beekrjasama dengan kabupaten/ kota membantu dalam melakukan pembinaan kepada panti rehabilitasi yakni menyesuaikan kebutuhan permintaan mereka seperti kekurangan bahan makanan dan memberikan kebutuhan fasililitas.

Sementara untuk pembinaan secara non fisik mereka yang melakukan bekerjasama dengan dinas kesehatan. Dinsos juga sudah mengimbau kepada Manokwari untuk memperhatikan serius anak-anak yang gemar mengisap lem aibon.

Dinsos Papua Barat juga rutin melakukan penyuluhan sosial untuk anak anak usia sekolah di pasar- pasar. Karena berdasarkan kunjungan ke Kaimana, Dinsos mendapati jam sekolah mereka ada di pasar ikan duduk isap lem aibon, ada juga yang menggunakan obat komix dicampur dengan minuman lokal.|DINA RIANTI|BUSTAM