Kepala Dinas Pertambangan Papua Barat, Jhon Tulus.

Papua Barat Data Daerah Layak Program Indonesia Terang

MANOKWARI, Cahayapapua.com Program Indonesia terang (PIT) tahun 2016 yang dicanangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan diawali di enam Provinsi di Indonesia Timur yakni Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB.

Pasalnya, program PIT yang dilaksanakan oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM diprioritaaskan untuk daerah-daerah terpencil dan terisolir yang belum ada listrilk PLN. Dengan demikian pemerintah pusat mememerintahkan kepada pemerintah daerah untuk mempersipakan data-data daerah yang belum teraliri listrik.

“Dirjen EBTKE mendorong kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mempersiapkan visibility study dan dokumen Detail Enginering Desain (DED). Ketika kita mengusulkan daerah tertentu yang perlu mendapat program PIT, dokumen tersebut sudah ada, dan kita sekarang lagi mendata,” kata Kadis Pertambangan dan Energi, Jhon Tulus, kepada Cahaya Papua, di kantor Gubernur, Arfai Gunung, Manokwari, Senin (7/3/206).

Dijelaskannya, Papua Barat sebagian besar daerah kabupaten dan kota masih terisolir belum ada listrik. Untuk itu pihaknya akan melakukan pendataan secara baik dan benar supaya daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan listrik bisa mendapatkan program PIT ini.

“Kalau di Papua secara umum dan di Papua Barat secara khusus, jangankan bicara daerah yang terisolir, bahkan ada daerah yang sampai sekarang PLN belum masuk seperti Pegunungan Arfak (Pegaf), Raja Ampat, dan daerah-daerah lain yang perlu dikembangkan,” katanya lagi.

Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong kepada PLN supaya secapatnya masuk ke kabupaten-kabupaten yang belum ada PLN-nya.

Mengenai program PIT, Kadis menjelaskan bahwa program PIT ini akan memanfaatkan energi baru terbarukan yang ada di daerah masing-masing ,seperti Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), ddan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Kita di Papua Barat ini bisa memanfaatkan tenaga surya, karena suhu panas disini sangat memungkinkan untuk PLTS. Kemudian yang mudah lagi pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan memanfaatkan potensi air sungai, air terjun yang ada, yang muda cepat kita laksanakan,” katanya lagi.

Untuk menindak lanjuti program PIT, direncanakan pada pekan ketiga Maret ini akan dilakukan pertemuan antara Dirjen EBTKE dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. |ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan