Peserta jalan santai Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-22 di Papua Barat.

Papua Barat Gelar Jalan Santai Peringati Harganas

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Papua Barat kemarin menggelar jalan santai memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-22.

Jalan santai Harganas yang mengusung tema membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera ini mengambil start di halaman RSAL dan berakhir kantor gubernur Papua Barat jalan siliwangi.

Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapaty, Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi dan Kepala BKKBN Papua Barat Charles Brabar bersama sejumlah pejabat terlihat di dalam barisan jalan santai tersebut.

Peringatan Harganas secara nasional yang jatuh pada 29 Juli digelar 1 Agustus lalu karena dibulan Juli bertepatan dengan bulan ramadan. Harganas nasional dipusatkan di Tanggerang Selatan, Banten.

Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang memperoleh penghargaan dalam program pengelolaan keluarga berencana dari Presiden Joko Widodo dalam peringatan tersebut.

“Penghargaan Dharma Karya Kencana diberikan kepada Ketua Forum Antar Umat beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) Papua Barat Pdt Sonny Erari,” kata gubernur saat menyampaikan sambutan.

Ia juga mengapresiasi kepada BKKBN yang terus membangun masyarakat melalui program kesejahteraan keluarga. Program BKKBN sebut gubernur juga membantu meningatkan indeks pembangunan manusia.
Sementara Surya Chandra Surapaty mengatakan bahwa keluarga merupakan tulang pnggung negara. Kokohnya negara, sebut Chandra bergantung pada kokohnya keluarga.

“Masyarakat dan negara tidak akan terbentuk jika tidak ada kumpulan keluarga,” kata Chandra. “Jika keluarga-keluarga kita kokoh, maka negara kita pun akan kokoh.”

Chandra mengatakan, IPM Indonesia yang berada pada urutan 108 dari 187 negara, menurut catatan UNDP, menggambarkan bahwa Indonesia harus bekerja keras mendorong lahirnya keluarga yang berkualitas.

“Keluarga-keluarga Indonesia dapat meningkatakan kualitas melalui fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan,” jelas Chandra.

Chandra mengatakan kedelapan fungsi tersebut sudah tertanam dan mendarah daging dalam setiap keluarga Indonesia yang bisa menjadi landasan utama dalam upaya mewujudkan revolusi mental. |DINA RIANTI