Ilustrasi
Ilustrasi

Papua Barat ‘Kerja Keras’ Perbaiki Iklim Investasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan akan terus ‘bekerja keras’ memperbaiki iklim investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi Niko Tike pada serahterima jabatan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, di Manokwari, Jumat (18/11).

Gubernur mengutarakan, pada triwulan III tahun 2016 ekonomi Papua Barat tumbuh sebesar 3,8 persen. Menurutnya kondisi ini harus terus ditingkatkan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan para pelaku usaha.

Pemerintah Papua Barat, kata gubernur, menyambut baik pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah pusat pada sektor perhubungan, baik darat laut maupun udara.

“Pengembangan sejumlah bandar udara di Papua Barat sedang berlangsung, begitu pun pengembangan pelabuhan untuk menunjang program tol laut. Pembangunan rel kereta api pun tahun ini akan dimulai, kami berharap semua berjalan lancar,” kata Niko.

Pemerintah daerah, kata dia, mendukung program kerja pemerintah pusat terkait pembangunan tersebut. Daerah juga akan terus melaksanakan pembangun diberbagai sektor untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, lanjutnya,  tekanan inflasi di Papua Barat masih cukup terkendali.  Pemprov akan terus berkoordinasi dengan BI untuk mendalikan inflasi dan membangun perekonomian di daerah ini.

Ia berharap, kedepan BI terus membantu pemerintah untuk membangun perekonomian di daerah ini. Sejauh ini peran BI dinilai cukup besar bagi perekonomian Papua Barat. Diharapkan, hal itu terus ditingkatkan.

Deputi Gubernur BI Erwin Riyanto pada kegiatan tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Papua Barat cukup bagus. Disisi lain, inflasi atau kenaikan harga masih terkendali.

“Inflasi Papua Barat menurun dari tahun lalu, namun sedikit mengalami peningkatan dari triwulan II. Untuk itu peran BI perwakilan semakin penting untuk menekan inflasi,” pesan dia.

Dia menyebutkan, secara nasional ekspor yang dilakukan Indonesia ke negara lain masih berbasis pada sumber daya alam. Ia mengimbau BI perwakilan terus mendorong perkembangan sektor riil dan memfasilitasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. (IBN)

Tinggalkan Balasan