Pelayanan Kesehatan

Papua Barat Masih Kekurangan Tenaga Dokter Spesialis

MANOKWARI, Cahayapapua.com Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat nyatakan masih kekurangan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, untuk didistribusikan mengisi kekurangan dokter spesialis di rumah sakit-rumah sakit di kabupaten/kota di Papua Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan menyatakan, kekurangan dokter spesialis itu merata di setiap kabupaten/kota, sehingga diperlukan keseriusan pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan untuk menyikapi kekurangan tersebut.

“Saya kira pada umumnya, kita sangat kekurangan tenaga medis dan dokter spesialis, semua rumah sakit masih kekurangan tenaga spesialis,” ungkap Otto di kantornya, Senin (7/3/2016).

Kebutuhan dokter spesialis, lanjut Otto, juga dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas penunjang rumah sakit, sebab belum semua rumah sakit di kabupaten/kota memiliki fasiltas kesehatan yang memadai.

Selain itu, tuntutan tenaga spesialis, umumnya diikuti dengan permintaan penyediaan fasilitas rumah tinggal, gaji yang setara dan fasilitas penunjang lainnya.

“Kalau itu, tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, kami di provinsi hanya berupaya memfasilitasi usulan pengadaan tenaga spesialis,” ujar Parorongan.

Sementara ketersediaan tenaga dokter umum di provinsi Papua Barat, masih tercukupi, sebab menurutnya, melalui program dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) milik kementerian Kesehatan, setiap tahunnya melakukan dua kali penerimaan dan pendistribusian dokter umum ke masing-masing provinsi, termasuk Provinsi Papua Barat.

“Kalau dokter umum, saya kira kementerian kesehatan setiap tahunnya programkan dokter tidak tetap, jadi ada penerimaan dan pendisitribuasian ke beberapa provinsi di Indonesia, termasuk kita Papua Barat,” jelas Parorongan.

Tahun ini, lanjut Parorongan, pendistribusian dokter umum ke Papua Barat dilakukan melalui dua tahap yang disebut dengan tahap periodesasi distribusi dokter umum.

“Tahun ini, seperti biasa, pendistribusian dokter umum ke Papua Barat masuk dalam periode April dan periode September, dua kali setahun,” ujar Parorongan. | RIZALDY

Tinggalkan Balasan