Ilustrasi

Papua Barat Siapkan Sirkuit Balap Motor di Masni

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana membangun sirkuit balap motor di wilayah Distrik Masni Manokwari. Pembebasan akan dilakukan melalui dana APBD tahun 2016.

Hal ini dinilai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan cabang olahraga balap motor di daerah ini. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua Barat, Rudi Timisela mengatakan, tahap perencanaan pembangunan sirkuit balap motor telah selesai.

“Tahun anggaran 2016, Pemprov melalui Biro Pemerintahan tengah mengupayakan pembebasan lahan yang akan dibangun sirkuit. Lokasi sirkuit berada di Distrik Masni,” kata Rudi saat memberikan keterangan pers usai acara penjemputan atlet balap motor dan syukuran yang digelar, Selasa (4/10/2016).

Secara teknis, pembangunan sirkuit akan ditangani oleh Dinas Pemuda dan olah raga. Kata Rudi, pemerintah provinsi dan DPR Papua Barat diharapkan dapat membantu IMI mendorong pembangunan sirkuit.

“Kami meminta dan memohon agar kiranya tahapa perencanaan yang sudah diselesaikan bisa dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan fisik, paling tidak bisa dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2017 mendatang,” ujarnya.

Sekretaris IMI, Robert Wambrauw mengatakan, cabang olah raga balap motor masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana. Untuk digunakan dalam pembinaan bibit-bibit atlet balap motor. Minimnya sarana dan prasana, menurut Robert menjadi faktor penghambat pembinaan kepada atlet khususnya anak-anak asli Papua sulit dilakukan.

“Keberhasilan kami di PON Jawa Barat sejatinya tidak lepas dari campur tangan pengurus Koni Papua Barat. Ada bantuan dan dukungan sehingga medali emas yang diraih ini dipersembahkan kepada pemerintah provinsi dan masyarakat Papua Barat,” ujarnya.

Cabang olah raga balap motor menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Provinsi Papua Barat pada PON ke XIX yan digelar di tanah legenda, Jawab Barat beberapa waktu lalu.

Dua pebalap motor, Rusman Fadil dan Richard Taroreh berhasil menyumbangkan medali emasi dari kelas beregu 150 cc. Tim balap motor Papua Barat diperkuat 4 atlet.

“Dengan prestasi gemilang pada PON 2016, kami berharap ada dukungan fasilitas dan sarana prasarana. Dengan demikian, tidak lagi dilihat bakat-bakat balap motor yang tidak tersalurkan. Kita tidak lagi ingin melihat ada anak-anak muda yang balapan di jalan, juga ada pembinaan bagi putra dan putri asli Papua,” kata dia.

Rudi mengungkapkan, demi mengasah bakatnya, dua atlet balap motor Papua Barat (Rusman Fadil dan Richard Taroreh) harus rela meninggalkan Papua Barat untuk berlatih di luar daerah. Rudi mengapresiasi manager tim yang memiliki keberanian dan kepiawaian dalam mengelola tim balap motor sehingga bisa berhasil meraih prestasi.

“Mereka ini contoh atlet yang tetap berprestasi meski minimnya sarana dan prasana di daerah ini.  Bibit atlet balap motor di Papua Barat potensial. Pembinaannya harus bersamaan dengan penyediaan sarana dan prasanana, beda dengan olah raga lain yang sudah merakyat. Selama PON, kita terpaksa latihan di luar daerah,” ujar Rudi.

Manager Tim, Markus Suwila mengungkapkan, perolehan 1 buah medali emas dari cabang olah raga balap motor sudah sesuai target. Meski demikian, ia mengaku kemampuannya sempat diragukan saat menyiapkan komposisi tim.

Kata Markus, pada pebalap motor Papua Barat lebih banyak mengikuti iven-iven di regional jawa untuk mengasah kemampuannya. Ia berharap, pemerintah provinsi Papua Barat menyediakan sirkuit balap motor. ini yang paling utama karena menjadi modal pembinaan atlet sehingga lebih kompetitif.

“Ini pengalaman pertama yang dirasakan, sangat berkesan. Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Papua Barat yang telah menyambut kami dengan baik. Kami senang bisa menyumbangkan medali emas buat Papua Barat. Harapannya,  cepat dibangun sirkuit biar kita bisa membagi ilmu buat teman-teman sehingga ada regenarasi,” kata Rusman Fadil.

Fadil mengungkapkan, kehadiran sirkuit sangat penting. “Suatu keuntungan jika sirkuit dibangun di daerah. Kita bisa laksanakan iven-iven balapan. Kita bisa mengenal karakter sirkuit,” paparnya.

Rudi mengungkapkan, kehadiran sirkuit yang tepat waktu dibangun akan menentukan performa cabang olah raga balap motor Papua Barat pada iven PON 2020 mendatang. Sirkuit juga akan mendatangkan memberikan nilai tambah. Sebab semakin banyak iven-iven akan digelar di daerah ini sehingga multi efek plair dari sebuah sirkuit akan terasa bukan saja dari sisi prestasi.

Juga akan menumbuhkan industri kreatif yang memberikan manfaat ekonomi. “Pemerintah daerah harus melihat pembangunan sirkuit ini sebagai sebuah peluang, juga akan mengurangi tingkat kecelakaan karena tersalurnya minat dan bakat balap motor yang diarahkan di sirkuit. Ada tiga hal penting dari pembangunan sirkuit,” pungkasnya.

Acara penjemputan atlet turut dihadiri asisten III Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat, Dirlantas Polda Papua Barat, perwakilan MRP Papua Barat dan sejumlah legislator DPRPB serta pengurus IMI Papua Barat serta sejumlah club motor. Papua Barat masuk dalam region enam meliputi, Maluku, Malukut Utara, Papua dan Papua Barat. (IBN)

Tinggalkan Balasan