Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Papua Barat tagih insentif pelestarian hutan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat menagih insentif atas jasa pelestarian hutan di daerah tersebut dari negara-negara yang tergabung dalam kesepakatan Paris.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengatakan bahwa seluruh kawasan hutan di daerah tersebut ada yang memiliki, yakni masyarakat adat. Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat mendukung program dunia  terkait pemanasan global. Pihaknya sangat berkomitmen dalam pelestarian hutan sebagai upaya pembangunan berkelanjutan di daerah ini.

“Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi sudah dicanangkan Bapak Abraham Atururi waktu beliau sebagai gubernur. Kami mendorong tahun ini produk hukumnya dapat disahkan,” kata Dominggus.

Tanah Papua, lanjut gubernur, akan dijadikan sebagai paru-paru dunia. Terkait upaya tersebut masyarakat Papua Barat dinilai siap. Meskipun demikian, kata gubernur perlu ada jaminan bagi upaya pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat siap untuk tidak tebang pohoni, tapi insentif atas jasa yang dilakukan masyarakat harus jelas. Masyarakat juga punya kebutuhan, mereka butuh hidup layak,” ujarnya.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leo Simanjuntak pada kesempatan sebelumnya mengatakan, sesuai kesepakatan paris, setiap negara menyumbang sebesar 100 miliar dolar amerika sebagai insentif bagi negara yang masih menjaga hutan secara lestari.

Hingga saat ini, kesepakatan tersebut belum terealisasi secara total. Persoalan teknis ditengarai masih menjadi penghambat realisasi kesepakatan tersebut. “Pelaksanaanya di Indonesia masih agak staknan, karena Indonesia dipandang belum terlalu konisisten, terutama dalam hal kebijakan,” sebutnya.

Di Indonesia, lanjut Leo, diakui sudah ada progresif dalam banyak hal. Disisi lain, masih ada pembalakan liar baik hutan maupun di zona dilaut,” sebutnya seraya menambahkan, bisnis atau industri ekstraktif masih menggiurkan di negeri ini. |Toyiban

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: