Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi meneteskan vaksin polio kepada seorang balita dalam peluncuran Pekan Imuninasi Nasional (PIN) di Papua Barat Selasa lalu. Pemerintah Papua Barat menagetkan dapat memberikan imunisasi vaksin polio kepada 97.394 bayi dan balita di seluruh kabupaten/kota se Papua Barat.

Papua Barat Targetkan 97.394 Bayi dan Balita dapat Imunisasi Polio

MANOKWARI, Cahayapapua.com Pemerintah Papua Barat menargetkan 97.394 balita usia nol sampai 59 bulan pada 13 kabupaten/kota se Papua Barat mendapat imunisasi rutin polio satu sampai empat dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan dalam Pencanangan PIN Papua Barat, Selasa (8/2/2016) lalu di Taman Pantai Jokowi, Anggrem, Kelurahan Padarni.

Parorongan mengatakan untuk mencapai target tersebut pihaknya telah melakukan pertemuan dan peningkatan kapasitas seluruh kepala puskesmas dan petugas imunisasi di seluruh kabupaten/kota se Papua Barat.

“Kami juga telah menyiapkan 1.306 pos PIN di seluruh kabupaten/kota, dengan melibatkan 3.760 kader serta 1.970 petugas kesehatan yang siap melaksanakan PIN serentak secara nasional di Provinsi Papua Barat,” kata Otto.

Usai pelaksanaan PIN tanggal 15 Maret mendatang, Parorongan mengungkap, akan dilakukan penarikan vaksin polio trivalent untuk dimusnahkan dan diganti dengan vaksin polio bivalent yang secara serentak mulai digunakan 4 April mendatang.

Pengalihan penggunaan vaksin polio dari trivalent ke bivalent dikatakan, telah sesuai aturan yang berlaku. Di indonesia, vaksin yang digunakan mengandung tiga tipe virus, virus tipe 1,2 dan tipe 3 atau lebih dikenal vaksin polio trivalent.

“Hasil analisa WHO menyebutkan, virus liar polio tipe 2 sudah tidak ditemukan lagi di dunia, sehingga memberikan rekomendasi kepada 156 negara, termasuk Indonesia yang masih menggunakan vaksin polio trivalent agar mulai menggunakan vaksin polio bivalent secara serentak pada April mendatang.”

Ia menyebutkan, seluruh bayi usia empat bulan yang ada di Papua Barat, akan diberikan vaksin polio melalui suntikan melalui imunisasi rutin. Langkah itu, merupakan bagian akhir dari rangkaian kegiatan dunia bebas polio.

Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi menyatakan polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus berbahaya, yang mudah menular dan menyerang sistim saraf, sehingga menyebabkan kelumpuan.

Penularan virus polio, terjadi secara langsung dari orang ke orang, baik melalui percikan ludah penderita atau melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita.

Untuk itu, Gubernur menekankan, agar upaya pencegahan harus dioptimalkan, dengan memberikan imunisasi polio yang bisa memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama kepada bayi, balita dan anak-anak di provinsi ini.

Mempertegas upaya pencegahan penyakit polio, pada kesempatan itu, gubernur, memerintahkan seluruh Bupati/Walikota se-Papua Barat beserta jajarannya mensukseskan PIN Papua Barat tahun 2016. | RIZALDY

Tinggalkan Balasan