Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Pemerintah Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto menerangkan jalur kereta api di wilayah Papua Barat berdasar usulan yang disampaikan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Pemerintah Papua Barat mengusulkan agar jalur kereta api Papua Barat dibangun melewati wilayah Selatan Papua Barat. (Doc. Cahayapapua)

PAPUA BARAT USULKAN JALUR KERETA API LALUI WILAYAH SELATAN

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan telah memberi usul kepada Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan agar jalur kereta api wilayah Papua Barat tahap pertama dibangun lewat Selatan Papua Barat yang menghubungkan Manokwari – Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong – Sorong Selatan dan Sorong Selatan – Teluk Bintuni.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Pemerintah Papua Barat Heriawan Soesanto mengatakan, usul ini disampaikan dalam pertemuan yang melibatkan stakeholder terkait pemerintah Papua Barat dan Ditjen Perkeretaapian, awal September lalu.

“Kalau lewat pantai utara hanya akan melewati beberapa kabupaten, lewat tengah juga begitu, terus potensi lewat utara maupun tengah itu sangat jauh berbeda jika dibandingkan lewat selatan,” terang Bambang Rabu.

Heriawan menjelaskan masukan yang disampaikan kepada tim studi trase itu telah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi, termasuk mempertimbangkan kelayakan fisik lokasi yang sebagian besar telah terhubung jalan darat.

Untuk jalur Manokwari – Teluk Bintuni misalnya, ia menerangkan, jalur ini sudah dihubungkan dengan jalan trans Manokwari – Bintuni. Usul melalui jalur ini mempertimbangkan program pembangunan pelabuhan khusus komoditas material tambang milik perusahaan-perusahaan yang telah mendapat rekomendasi pembangunan pelabuhan khusus dari gubernur Papua Barat.

“Hal itu didasari atas rekomendasi gubernur Papua Barat untuk pembukaan pembangunan terminal pelabuhan khusus komoditas siap diangkut dalam skala besar kepada perusahaan-perusahaan tambang di Bintuni,” kata Heriawan Rabu. Pihaknya mengusulkan agar pembangunan trase tersebut dilakukan 50 meter sisi kiri atau kanan jalan.

Hal yang sama dilakukan terhadap pembangunan jalur kereta antara Kota Sorong-Sorong Selatan. Jalur darat antara dua daerah ini sudah terbentuk. Disisi lain, di Sorong Selatan saat sudah ada pelabuhan internasional sehingga pembangunan jalur kereta ini akan terintegrasi langsung ke pelabuhan tersebut.

Sementara untuk trase Sorong Selatan-Teluk Bintuni, sesuai data dari Dinas Pekerjaan Umum, kata dia, pembangunan jalan penghubung antar dua daerah ini, tersisa tiga kilo meter.

“Wilayah yang dilalui jalur ini, masing-masing memiliki komoditas bernilai besar, sehingga pembangunan jalur kereta api ini, akan mempermudah pengangkutan komoditas tersebut,” kata dia.

Ia menambahkan, jalur Manokwari, ke Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Kota Sorong ini, merupakan trase utama jalur perkeretaapian di Papua Barat.

Jalur kereta api di Tanah Papua dibagi dalam tiga tahap utama, tahap pertama menghubungkan Manokwari – Sorong, tahap kedua Manokwari – Nabire sementara tahap ketiga menghubungkan Nabire – Jayapura dan Nabire – Timika. |RIZALDY