Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani berkunjung ke Manokwari, Papua Barat menghadiri Forum Inisiatif Investasi Provinsi Papua dan Papua Barat, Jumat (27/2/2015). |CAHAYAPAPUA.com | Patrix B. Tandirerung

Papua Tunggu Kejelasan Investor Proyek Rel Kereta Api

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Pemerintah Provinsi Papua sudah membahas rencana pembangunan rel kereta api Trans Papua bersama pemerintah pusat. Meski demikian belum ada kepastian soal siapa yang akan berinvestasi pada proyek tersebut.

“Satu atau dua bulan kedepan baru ada kepastian soal itu,” kata Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Elia Loupatty kepada wartawan di sela kegiatan Forum Inisiatif Investasi Provinsi Papua dan Papua Barat, Jumat (27/2/2015) di Manokwari.

Menurut Loupatty jalur kereta api itu akan dimulai pengerjaannya dari Sorong, Papua Barat hingga Kabupaten Sarmi di Provinsi Papua.

Jika proyek terealisasi maka distribusi barang menjadi lebih mudah dan  berdampak pada menurunnya harga barang di beberapa daerah.

“Di Kabupaten Ilaga dan Intan Jaya semen harganya mencapai 2 juta rupiah. Di Kabupaten Mulia harga gula pasir 1 kilogram seharga Rp.50 ribu sementara di kota Jayapura harga gula pasir Rp. 14 ribu per kilogram,” contohnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan pemerintah akan memulai pembangunan jalur kereta api di Tanah Papua tahun ini.

Ini adalah bagian dari rencana pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur rel kereta api di empat pulau yang secara keseluruhan sepanjang 3097,01 kilometer di  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG| RIZALDY

Tinggalkan Balasan