Dialog interaktif penyalahgunaan NAPZA yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, di Manokwari, Senin (2/10).

Para pihak didorong bersinergi hadapi bahaya Narkoba

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dengan sejumlah anak-anak korban penyalahgunaan NAPZA dan BNN Papua Barat, Senin (2/10), melakukan dialog interaktif di sebuah hotel di Manokwari.

Peserta dialog interaktif penyalahgunaan NAPZA yang sebagian besar anak-anak dan pemuda foto bersama usai kegiatan.

Dialog tersebut dihadiri oleh wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani dan Ketua PKK Provinsi Papua Barat Yuliana Mandacan dan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dan sejumlah unsur Forkopimda.

Yuliana Mandacan menyampaikan bahwa kedatangan Menteri Yohana di Papua Barat mengandung harapan untuk menyelamatkan generasi Papua pengguna Narkoba yang seharusnya dapat dicegah agar jumlahnya tidak bertambah.

Kedatangan Yohana juga diharap dapat menjadi semangat pendorong dilakukannya rehabilitasi terhadap pengguna Narkoba dan diharapkan dapat menekan penggunan Narkoba di daerah ini.

Berdasarkan data selama kurun waktu 2010-2014 telah direhabilitasi 34.467 jiwa di Indonesia. Namun pada saat yang sama angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba cenderung naik dari tahun ke tahun.

“Ini perlu menjadi perhatian bersama dan yang menjadi menjadi kendala sampai saat ini khusus di Papua Barat belum ada tempat pelayanan  rehabilitasi medis maupun sosial yang representatif untuk pecandu Narkoba,” kata Yuliana.

Hal lainnya yang mendapat perhatian Yuliana dalam sambutannya juga soal stigma negatif masyarakat terhadap pengguna Narkoba yang dianggap sebagai penjahat bahkan dikucilkan oleh lingkungannya maupun keluarganya sendiri, “padahal mereka seharusnya diselamatkan dan dibimbing agar pulih dan mempunyai masa depan yang baik.”

Yuliana juga mendorong para stakeholder untuk menyamakan persepsi dan pemahaman terkait maraknya pemakaian zat adiktif berupa lem aibon, komix, alkohol dan  tidak menutup kemungkinan beredarnya pil PCC yang sangat membahayakan.

“Kami mengajak semua yang ada di Papua Barat untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas rehabilitasi dalam melayani masyarakat yang menjadi pengguna Narkoba khususnya pecandu Narkoba sehingga mereka semua dapat kita selamatkan, karena hanya dengan kebersamaan  kita dapat menyelamatkan  para korban pengguna Narkoba,” ujar Yuliana.

Sementara itu Wakil Gubernur Mohamat Lakotani menegaskan  hal seperti ini sangat membutuhkan langkah-langkah konkret untuk memutuskan mata rantai penggunaan Narkoba.

“Jangan sampai adik-adik yang masih bertumbuh di rumah ikut menjadi korban , cukup sekarang yang menjadi korban,” tambah Wagub.

Wagub meminta kepada pihak sekolah agar  ada materi  sosialisasi kepada anak sekolah tentang penyalahgunaan Narkoba dan bahaya yang ditimbulkan dan pihak BNN untuk mensosialisasikan bahaya bagi pengguna Narkoba.

Lakotani juga mengingatkan bahwa benteng pertama dalam mengantisipasi Narkoba adalah keluarga dan orang tua. “Masa depan bangsa ada pada generasi anak muda, sehingga perlu dukungan dari pihak orang tua dan keluarga, karena jika keluarga ragu, pemerintah juga tidak berdaya. Jadi jangan ada kata ragu untuk membimbing anak-anak kita kearah yang benar demi masa depan bangsa dan keluarga,” tambah Lakotani. (CR-70)

Leave a Reply

%d bloggers like this: