PERINGATAN HUT RI: Warga Teluk Bintuni dari berbagai suku terlibat dalam parade busana adat dan seni tari menjelang peringatan HUT RI ke 71 di Teluk Bintuni, Papua Barat, (Senin 15/8).

Parade Busana Adat Ramaikan HUT RI di Bintuni

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Peringatan HUT RI ke 71 di Kabupaten Teluk Bintuni dimeriahkan dengan parade busana adat 7 suku, suku Papua hingga suku Nusantara juga termasuk pagelaran seni tari pada Senin (15/8).

Peserta yang mengikuti Parade Busana Adat berjumlah 20 suku, terdiri dari kelompok tujuh suku yakni suku Sebyar, Wamesa, Sumuri, Kuri, Irarutu, Moskona, dan Sough.

Kelompok Suku Papua di antaranya suku Serui, Biak, Imekko, Tehit, dan Maybrat. Serta kelompok suku nusantara yakni suku Flobamora, Kawanua, Jawa, Kei, Tanimbar, Sunda,Toraja, dan Madura.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw dan ditutup oleh Wakil Bupati Matret Kokop mengambil rute, star dari depan kantor DPRD dan finish di Gedung Serba Guna.

Dalam sambutannya, bupati mengatakan memberikan apresiasi kepada para peserta parade busana adat. Karena dengan adanya kegiatan ini dapat membangun kekeluargaan diantara tujuh Suku, suku Papua dan suku Nusantara yang ada di kabupaten ini.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial, Budaya dan Pariwisata Matius Pasaoran mengatakan tujuan dari kegiatan ini melesatarikan nilai-nilai luhur seni budaya dan tarian yang ada dikawasan kabupaten ini, menunjukan jati diri sebagai anak adat, meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti penting seni dan budaya, dan merasa memiliki sebagai orang adat dan cinta akan Kabupaten Teluk Bintuni.

“Ini kegiatan setiap tahun diselenggarakan oleh kami. Hanya kita berharap untuk suku-suku yang belum ikut tahun ini bisa mengikuti kegiatan seperti ini ditahun depan. Untuk pesertanya tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.

Anggaran yang digunakan dalam kegiatan ini bersumber dari dana APBD pada dokumen Dinas Sosial, Budaya dan Pariwisata tahun 2016. (IBN/ART)

Tinggalkan Balasan