Tarian adat masyarakat kabupaten Pegunungan Arfak yang dipertunjukan dalam Festival II Kabupaten Pegunungan Arfak, 12 – 16 November 2016 lalu. Meski pengunjung meningkat dibanding Festival I, Kabupaten Pegaf masih memerlukan banyak infrastruktur dan fasilitas penunjang untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu.
Tarian adat masyarakat kabupaten Pegunungan Arfak yang dipertunjukan dalam Festival II Kabupaten Pegunungan Arfak, 12 – 16 November 2016 lalu. Meski pengunjung meningkat dibanding Festival I, Kabupaten Pegaf masih memerlukan banyak infrastruktur dan fasilitas penunjang untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu.

Pariwisata Pegaf Butuh Dukungan Transportasi dan Komunikasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com– Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat masih membutuhkan cukup banyak infrastruktur dan fasilitas penunjang untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat Edi Sumawanto, Senin (21/11) mengatakan, Pegunungan Arfak memiliki sumber daya alam dan budaya yang cukup kuat. Jika dikelola melalui konsep pariwisata yang baik, dua hal tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan.

“Selanjutnya, supaya orang mau datang kesitu tentu harus ada akses baik akses transportasi maupun akses komunikasi,” kata dia.

Dia menyebutkan, akses transportasi menuju daerah tersebut harus didukung oleh infrastruktur jalan darat maupun udara. Begitupun dengan akses komunikasi yang harus didukung oleh infrastruktur komunikasi memadai.

Disisi lain, keindahan alam dan budaya Arfak bisa dikenal secara luas jika didukung alat komunikasi baik internet, maupun media sosial.

“Kalau kondisi jalan dan komunikasi masih buruk hanya orang-orang tertentu yang mau datang. Transportasi dan komunikasi akan memberikan aspek kepastian bagi pengunjung, sehingga ketika orang mau datang kelokasi tidak susah,” ujarnya lagi.

Point berikutnya yang harus mendapat perhatian, lanjutnya adalah daya tarik. Budaya dan pesona alam Pegunungan Arfak harus dikemas melalui konsep pengembangan pariwisata yang baik dan profesional.

“Di sektor pariwisata ada tiga hal fundamental yang harus diperhatikan yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas. Amenitas ini menyangkut fasilitas pendukung lain, seperti penginapan, pusat kuliner dan kerajinan, keberadaan gaide atau pendamping wisatawan, money changer atau tempat penukaran uang,” sebutnya.

Festival Arfak 2016 yang digelar pada 12-16 November lalu, bertujuan untuk mendorong peran para pemangku kepentingan. Sehingga seluruh infrastruktur dan fasilitas pendukung di daerah tersebut dapat segera terpenuhi.
“Kita ingin menunjukan bahwa, di Arfak ini ada potensi pariwisata yang cukup besar. Jika potensi pariwisata ini dikelola secara baik, dia bisa menggerakan sektor-sektor yang lain,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Edi, perekonomian daerah akan tumbuh dan persoalan kemiskinan bisa ditangani tanpa harus mengeksploitasi isi dan sumber daya alam yang ada diperut dan diatas gunung Arfak. (IBN)

Tinggalkan Balasan