Ilustrasi korupsi. | Ist

Pejabat PLN Fakfak Alirkan Listrik Ilegal ke Rumah Warga

MANOKWARI- Eks Kepala PLN Ranting Fakfak Syamsudin Temongmere terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyalahgunakan wewenang, dengan memasang aliran listrik secara ilegal ke rumah-rumah warga di daerah itu tahun 2010, sehingga merugikan negara sebesar Rp. 1 miliar.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Papua Barat menjatuhkan vonis hukuman 1 tahun 8 bulan penjara kepada dia dengan denda Rp. 50 juta, atau diganti penjara selama 2 bulan, dalam sidang di pengadilan Negeri Manokwari, Rabu (26/11/2014).

Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 50 juta, jika tidak, diganti kurungan penjara selama 2 bulan.

Ketua Majelis Hakim Maryono menyatakan,“Jika terpidana tidak bisa membayar uang pengganti, maka harta bendanya akan disita. Jika tidak, ia akan dihukum 1 tahun penjara.”

Syamsudin dinilai melanggar pasal pasal 3 Jo Pasal 18 UU 31/1999, Jo UU 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus yang sama, secara terpisah, Majelis Hakim Tipikor juga menjatuhkan vonis bersalah kepala distribusi PLN Fakfak Soleman Baweri, dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Soleman juga diwajibkan membayar denda Rp. 50 Juta dengan subsider (hukuman pengganti) 3 bulan penjara.

Uang pengganti yang diwajibkan kepada terpidana ini lebih besar yakni Rp. 801 juta. Jika tidak membayar uang pengganti tersebut, ia wajib dipenjara selama 1 tahun.

Kedua terpidana belum memberikan sikap atas vonis tersebut. |TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan