Pasar Sanggeng ditutup pegadang sebagai protes akibat aksi penjarahan pada bentrok antar warga Sabtu pekan lalu.
Pasar Sanggeng ditutup pegadang sebagai protes akibat aksi penjarahan pada bentrok antar warga Sabtu pekan lalu.

Pasar Dijarah, Kapolres Pertaruhkan Jabatan untuk Tangkap Pelaku

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bentrok antara warga Sabtu (22/10), dimanfaatkan oleh sekelompok oknum untuk menjarah barang dagangan pedagang pasar tingkat Sanggeng.

Kapolres Manokwari AKBP. Christian Rony Putra, dengan tegas menyatakan berjanji akan mencari pelaku yang melakukan penjarahan tersebut.

“Saya akan cari, siapapun dia saya akan pertaruhkan pangkat bahkan nyawa sekalipun untuk menangkap pelaku,” ucapnya dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemuda di Mapolres, Sabtu (22/10).

Ia pun menyayangkan bentrok yang terjadi antara warga dan pejasa ojek yang meluas hingga barang dagangan pedagang menjadi sasaran.

Menurutnya aksi penjarahan barang milik pedagang pasar Sanggeng ini merupakan pidana umum yang harus ditindak.

“Silahkan bapak -bapak mendata apa saja yang menjadi sasaran pencurian, saya akan cari siapapun dia saya akan pertaruhkan pangkat bahkan nyawa sekalipun untuk mencari pelaku,” tegasnya lagi.

“Bukan hanya meresahkan warga, kejadian ini berdampak pada aktivitas ekonomi di pasar yang merupakan sentra ekonomi Manokwari,” keluh Amir salah satu pedagang.

Pasalnya selain kaca yang di hancurkan, beberapa pedagang mengeluhkan tempat jualannya di jarah.

Untuk itu sebut dia, setelah berkordinasi dengan teman teman pedagang pasar, pihaknya bersepakat menutup aktivitas pasar untuk sementara.

“Tadi (kemarin) saya komunikasi dengan teman-teman kita sepakat tutup pasar selama 7 hari kedepan. Ini sebagai pelajaran bagi masyarakat bahwa setiap bentrok pasar yang menjadi sasaran,” tukasnya.

Da menjelaskan bahwa kesepakatan untuk menutup pasar Sanggeng sudah dijelaskan kepada wakil bupati dan juga Kapolres Manokwari. “Kami sudah laporkan (ke Wakil Bupati dan Kapolres red),” ujarnya.

Menurut Amir penjarahan paling besar terjadi pada lapak milik pedagang kaki lima dan selain itu terdapat kaca bahkan pos polisi yang baru di bangun juga menjadi sasaran yang di lempar massa. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan