Ilustrasi. |Ist

Pasar Ikan Wondama: Terbukti Korupsi, Keluarga Terdakwa Menangis

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Keluarga terdakwa Dirut PT. Beringin Indah Perkasa Erlan M. Nur tidak kuasa menahan air mata, usai mendengarkan vonis penjara 4,6 tahun yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Papua Barat.

Pekik histeria terdengar pula saat Majelis Hakim membebankan terdakwa Erlan membayar denda senilai Rp. 200 Juta atau subsider 3 bulan kurungan penjara.  Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp. 551 Juta atau subsider 1 tahun kurungan penjara.

Semula keluarga terdakwa yang hadir mengikuti proses persidangan tidak menyangka jika majelis hakim menjatuhkan vonis yang sangat berat terhadap terdakwa Erlan. Sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Rabu (18/2/2015) mengagendakan pembacaan amar putusan majelis hakim.

Pada materi pembelaan, terdakwa meminta keringanan hukuman atas vonis yang akan diberikan hakim. Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 4 Tahun 6 Bulan penjara.

Dalam amar putusan Majelis Hakim, terdakwa Erlan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan pasar ikan di Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2010.

Berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis diberikan majelis hakim, terdakwa Erlan tanpa dihadiri penasehat hukum, Rustam memilih pikir-pikir selama 7 hari, terhitung sejak amar putusan dibacakan majelis hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Erlan, selaku rekanan kerja proyek Pembangunan Pasar Ikan di Teluk Wondama Tahun 2010, dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, serta denda Rp. 50 juta atau subsider 2 tahun penjara. Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti Rp. 551 Juta. Sebaliknya, jika tidak mampu mengembalikan dana tersebut, maka diganti dengan hukuman penjara (subsider) selama 2 tahun.

Sementara terdakwa Surjanto, selaku konsultan pengawas proyek pembanguan pasar ikan di Teluk Wondama di vonis majelis hakim 4 tahun penjara, plus denda Rp. 200 Juta atau subsider 1 bulan kurungan. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan