Jamuan makan oleh Bupati Manokwari Selatan Markus Waran kepada kandidat gubernur Dominggus Mandacan bersama rombongan di pendopo kantor bupati.

Pasca Pencoblosan, Dominggus Mandacan Sambangi Mansel

MANSEL, Cahayapapua.com— Setelah berlangsung pemilihan pada 15 Februari lalu, kandidat Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Istri Yuliana Mandacan, Sabtu (18/2/2017) lalu menyambangi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Kandidat yang saat ini unggul dari dua kandidat lainnya berdasarkan hitungan cepat, memilih jalan-jalan ke daerah itu.  Meskipun tidak terencana, Dominggus yang juga adalah Kepala Suku Besar Arfak ini disambut luar biasa oleh masyarakat Mansel.

“Awalnya saya tanya pak bupati, apakah pak Penjabat Gubernur Papua Barat sudah sampai di Mansel. Bupati jawab sudah kemarin, setelah dari Pegaf. Padahal rencana saya mau susul ke Pegaf. Kalau begitu saya ke Ransiki ketemu pak bupati dan masyarakat,” kata Dominggus dihadapan masyarakat.

Dominggus merasa senang, meskipun tidak terencana, masyarakat bisa berkumpul bersama. Bisa melakukan tarian Yospan dan Tumbuh Tanah secara bersama.

“Luar biasa. Tadi saya hitung-hitung ada 15 putaran. Ini buat saya punya kaki sudah kuat. Terima kasih banyak,” kata Dominggus.

Dalam kesempatan ini, Dominggus mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten  Manokwari Selatan  yang telah memilih pasangan nomor urut satu dalam Pilgub lalu.

“Keluarga besar Mansel yang sudah memberikan dukungan pilihan kepada pasangan nomor urut satu. Persentase 87 persen, ini luar biasa. Terima kasih banyak. Ini tidak lepas juga dari dukungan doa  semua masyarakat,” ujarnya.

Dominggus juga berterima kasih kepada unsur TNI/Polri yang sudah ikut mengawal jalannya pesta demokrasi lima tahun ini. Dominggus mengatakan, saat ini perhitungan sementara masih berjalan, yang akan diplenokan pada tanggal 28 Februari di KPU Provinsi.  “Nanti disitu telah resmi, baru nanti diusulkan ke presiden, untuk ditetapkan,” katanya.

Disela-sela menunggu waktu penetapan, Dominggus mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua Barat, lebih khusus  Manokwari Selatan untuk sama-sama berdoa, agar keamanan tetap kondusif  sampai pada pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti.

Ia berharap masyarakat bisa benar-benar menjaga keamanan. Karena hal ini untuk menjawab apa yang diprediksikan oleh pemerintah pusat. Pasalnya sebelum pilkada berlangsung, Papua Barat ditetapkan sebagai daerah rawan satu.

Menyikapi prediksi itu, semua kandidat sempat melakukan pertemuan dengan Kapolda, Pangdam, Kabinda, Panwaslu, KPU di Sorong. Intinya mereka mengharapkan kepada kandidat untuk ikut menjaga keamanan.

Untuk menjawab kekhawatiran Jakarta, dirinya meminta masyarakat untuk membuktikan jika Papua Barat benar-benar aman, tidak sesuai apa yang diprediksikan.

“Saya jamin Manokwari Raya aman sampai pelantikan. Kita yang tau daerah kita. Sebenarnya saya kurang sependapat dengan prediski itu,” tegas Deminggus.

Sebelum bertolak balik ke Manokwari, Dominggus berjanji setelah pelantikan, dirinya akan kembali bertandang  ke Kabupaten Manokwari Selatan. Untuk bersama-ama dengan masyarakat melakukan tarian prosesi adat. “Saya janji setelah pelatikan, nanti kita acara adat ka. Acara makan bersama di sini. Doa bersama di sini,” jelasnya.

Menyusul kabar adanya temuan kecurangan dari pihak lawan. Kepada wartawan, Dominggus mengaku, akan harga seluruh proses yang berjalan.

“Kita sudah imbau kepada masyarakat untuk menghargai proses hukum yang ada. Dalam pilkada, ketika ada yang merasa tidak puas, mereka akan gugat secara hukum. Tapi kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga keamanan.  Saya berdoa semoga tidak ada gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi),” ujar Dominggus sembari tersenyum.

Berdasarkan hitungan cepat, pasangan nomor urut mendapatkan dukungan cukup besar dari lima kabupaten. Ia berterima kasih kepada Manokwari Raya, yakni Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, termasuk Tambrauw yang sudah memberikan dukungan yang cukup besar kepada pasangan DoaMu.

“DoaMu mendapatkan suara terbanyak dari Manokwari Raya. Mereka merasa punya jasa, sehingga mereka mendukung kami,” ujar Dominggus mengakhiri. (BM)

Tinggalkan Balasan