Ilustrasi pemeriksaan mata. Beritasatu.com

Pasien Katarak Kota Sorong Jalani Kontrol Terakhir

SORONG,CAHAYAPAPUA.com– Sebanyak 78 penderita mata katarak yang dioperasi para dokter spesialis mata Indonesia Cabang Yogyakarta 3 Agustus lalu, Rabu (2/9/2015) kembali menjalani kontrol H-28 atau pengontrolan terakhir di RSUD Scholoo Keyen.

Pengontrolan H-28 yang merupakan kontrol ketiga ini untuk mengecek kemajuan pascaoperasi serta melihat resiko infeksi dan gejala-gejala lainnya yang mungkin timbul setelah dioperasi.

Sebagian besar pasien katarak yang dioperasi saat bhakti sosial operasi gratis mata katarak RSUD Scholoo Keyen kerjasama dengan Pesatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jogjakarta dan PT Sido Muncul sudah bisa melihat.

Sofia Wagarete (44) misalnya. Salah satu pasien katarak yang ketika dioperasi 3 Agustus lalu masih dituntun anggota keluarganya, kini sudah bisa berjalan sendiri, bisa melihat dan membaca.

Ibu empat orang anak ini mengatakan dirinya telah 5 tahun mengalami katarak dan selalu dituntun anggota keluarganya jika berjalan.

Namun kini Sofia Wargarete yang tinggal di Seyolo Teminabuan ini sudah bisa jalan sendiri dan bisa melihat meski masih mengeluh rasa nyut-nyut pada matanya yang dioperasi.

“Saya sudah lima tahun mengalami katarak. Puji Tuhan setelah dioperasi para dokter spesialis mata, sekarang saya sudah bisa melihat dan tidak dituntun lagi oleh anggota keluarga saya. Bahkan sekarang saya sudah bisa membaca tulisan huruf-huruf besar. Saya percaya bahwa semua ini terjadi bukan karena kemampuan saya, tetapi memang kuasa dari yang maha kuasa,” ujarnya.

Sofia mengaku hanya menyeluhkan sedikit nyut-nyut pada kedua bola matanya. “Mungkin karena proses perawatan, makanya ada rasa nyut-nyut. Tetapi saya sangat berterima kasih kepada Pemda Sorsel dan RSUD Scholoo Keyen yang telah mendatangkan dokter spesialis dari Jogjakarta untuk melaksanakan operasi katarak gratis ini,” ucapnya menambahkan.

Senada dengan Tonce Way (48) yang sudah 13 tahun mengalami katarak dan beberapa kali diperiksa di beberapa tempat, tetapi belum mengalami hasil.

Tonce Way yang sehari-hari sebagai PNS di Inspektorat ini mengaku mata kanannya yang dioperasi sudah bisa sedikit melihat.

Namun keluhan Tonce Way yang masih bisa melakukan aktifitas setiap hari ini matanya berair dan rasanya pedis.

Sementara Direktur RSUD Scholoo Keyen, drg. Rosaline N. I. Krimadi, MPH mengharapkan dari 78 penderita mata katarak tidak mengalami masalah dan komplikasi setelah dioperasi.

Namun dirinya mengaku senang dengan hasil yang diperoleh pasien katarak pasca operasi, karena sebagian besar pasienya sudah bisa melihat dan tidak lagi dituntun anggota keluarganya.

Pihaknya akan mengupayakan mendatangkan dokter speslias mata tetap dan mengadakan alat kesehatan pendukungnya. |NASIR|EDITOR : BUSTAM