Pilkada serentak 2015

Paslon Diberi Waktu Empat Hari Bersihkan Alat Peraga

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Menokwari, memberi waktu empat hari kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati serta tim sukses masing-masing, untuk membersihkan alat peraga kampanye (APK) yang dipajang dilokasi terlarang.

“Kami beri dead line waktu hingga 26 Oktober. Kalau tidak dibersihkan maka, alat peraga yang ada akan dibongkar secara paksa. ini demi menegakan aturan, untuk keamanan dan kenyamanan,” kata Anggota Panwaslu Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Festus Rumadas, Kamis (22/10/2015).

Festus mengatakan, yang harus dibersihkan adalah, APK yang dipajang di median jalan di sepanjang wilayah kota serta sejumlah tempat lainnya.

Menurutnya, aturan tentang pemasangan alat peraga kampanye sudah jelas dijabarkan dalam pasal 69 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, Peraturan KPU Nomor 2 dan 7 Tahun 2015, Peraturan Bawaslu serta keputusan bupati Nomor 193 Tahun 2015.

Selain itu, sosialisasi aturan itu pun terus dilakukan melalui media massa maupun secara langsung.

“Terkesan pemasangan alat peraga ini disengaja. Aturan sudah ditangan, mungkin pura-pura tidak tahu. Kami harap ada kesadaran dari pasangan calon maupun tim sukses,” ujarnya.

Festus menyampaikan, APK juga dipajang di sejumlah tempat yang dilarang, antara lain di taman kota. “Ditemukan juga kasus pemasangan alat peraga kampanye pada rumah ibadah, tapi sekarang sudah dibongkar,” ujarnya lagi.

Festus menambahkan, Panwaslu berupaya memaksimalkan dua tugas pokok dalam pengawasan Pilkada ini, yaitu, pencegahan dan penindakan. Hingga kini, belum ada kasus atau pelanggaran yang ditindak.

“Sebisa mungkin kami cegah agar tidak terjadi pelanggaran yang mengarah pada pidana pemilu. Soal penindakan, jika masih bisa, kami mengedepankan musyawarah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Tim Sukses Pasangan Paulus Demas Mandacan-Edi Budoyo, Xaverius Kameubun mengatakan, Panwaslu harus bisa menjamin keamanan tempat-tempat yang diperbolehkan untuk memajang APK.

“Alat peraga kampanye yang dipasang di jalan saja bisa hilang dan dirusaki. Apakah Panwaslu ada solusi untuk masalah ini. Jangan hanya melarang, tapi, tidak beri solusi. Apakah kerjanya Panwaslu hanya melarang tanpa melakukan pengawasan,” ujarnya.

Xaverius menegaskan, Panwaslu harus tegas terhadap tindakan perusakan alat peraga kampanye pasangan calon, agar tidak menyalahi aturan. Ia menyarankan Panwaslu turun ke lapangan mengawal pemasangan alat peraga kampanye.

“Pengawasan itu harus diimbangi dengan solusi. Aturan yang dibuat itu, untuk peserta pemilu dan manfaat dari aturan itu seperti apa. Harusnya pengaturan dalam aturan itu aspiratif,” tegas Xaverius. |RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN