Penyerahan dokumen APBD 2015 Kabupaten Teluk Bintuni. Dalam kesempatan itu, Sekda Teluk Bintuni Wim Fimbay menyampaikan kabar soal sakitnya Wakil Bupati Akuba Kaitam. Foto : CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Patok Belanja 1,6 Triliun, APBD Teluk Bintuni Defisit 320 Miliar

TELUK BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com— Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2015, mengalami defisit sebesar Rp. 320 miliar.

Meski demikian, Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, Wim Fimbay mengatakan, defisit tersebut masih normal, karena angka defisit masih dibawah 6 persen, seperti yang disyaratkan aturan.

Baru-baru ini, tepatnya Selasa, (30/12/2014), kabupaten Teluk Bintuni telah menetapkan APBD 2015. Pendapatan ditargetkan 1,315 triliun, sementara belanja dipatok sebesar 1,635 triliun rupiah.

Dalam sambutan Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Alfons Manibui yang dibacakan Sekda, sebelum penetapan APBD di gedung DPRD setempat, Wim Fimbay juga meminta kepada Bappeda untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi serta pengendalian pembangunan.

Sementara Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah diharapkan mampu menjalankan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan secara benar dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan agar Inspektorat setempat melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas aparatur, keuangan dan pembangunan secara optimal.

Para kepala SKPD lainnya juga ditekankan agar menindaklanjuti program kerja/kegiatan sesuai target yang tercermin dalam APBD 2015, secara bertanggung jawab.

“Tugas-tugas pembangunan dan pelayanan masyarakat merupakan tanggungjawab utama pemerintah. Namun dalam perjalanannya, perlu mendapat partisipasi dari seluruh elemen, sehingga pencapaian target RPJMD 2011- 2015 dapat dicapai diakhir tahun 2015,” pesan Sekda.

Adapun target RPJMD Teluk Bintuni sebagai berikut, penurunan angka kemiskinan dari 40,33% menjadi 36%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,72% menjadi 69,28%, menekan harga barang (inflasi) dari 6,5% menjadi 5%, menekan angka pengangguran dari 6,21% menjadi 4,5% serta pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah yang saat ini sebesar 3,5% menjadi 6% pada tahun 2015. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan