Pasar Remu, Sorong

Pedagang Minta Ijin Buka Lapak Sementara, Walikota Ijinkan

SORONG, Cahayapapua.com— Korban kebakaran Pasar Remu, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong memberikan ijin kepada para pedagang untuk membangun lapak di beberapa lokasi sementara.

“Kami minta kepada Wali Kota Sorong memberikan ijin kami (Pedagang red), membangun lapak di badan jalan,” ungkap Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Sentral (APPS) Sorong Ahmad Yani di Pasar Sentral Sorong, Rabu (22/2).

Menurut Ahmad, jika Pemerintah Kota Sorong tidak memberikan ijin, maka akan mengancam keberlangsungan hidup pedagang. Pasalnya, para pedagang korban kebakaran ini, hanya mengandalkan mata pencaharian dengan berdagang.

“Kita hanya andalkan di pasar. Kita cari rejeki lewat berdagang, banyak tanggungan yang harus kita selesaikan, biaya sekolah anak, cicilan kredit dan lain sebagainya. Jika tidak diberi ijin, kami sudah bingung mau bagaimana,” tutur Ahmad Yani.

Saat ditanya lokasi mana saja yang ingin ditempati. Pria kelahiran Makassar ini mengaku menginginkan, lapak pedagang dibangun di Simpang Lima, Jalan Selat Sagawin. Karena menurut dia, lokasi tersebut dianggap strategis.

Kemudian terkait jumlah lapak yang diminta, disebutnya, sekitar 600 lapak. Jumlah ini sesuai dengan data yang masuk pada sekretariat APPS Sorong.

“Kita sudah data, kurang lebih ada sekitar 600 lapak. Semua ukurannya sama dan satu pedagang hanya diperbolehkan memiliki satu lapak, tidak boleh lebih,” pungkasnya.

Walikota Sorong Lambert Jitmau menyikapi permintaan tersebut, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perhubungan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengecek lokasi akan dibangun sejumlah lapak. “Kita akan berupaya menjawab semua itu, kami harapkan agar masyarakat bersabar,” ucap Lambert Jitmau. (NSR)

 

Tinggalkan Balasan