Hanok Aduari

Pedagang minta Pemda tertibkan “Pungli” di TPS Pasar Wosi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pungutan yang dilakukan warga di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di Pasar Wosi dinilai cukup memberatkan pedagang yang berjualan di pasar tradisional itu.

Pedagang dipungut Rp.10.000 untuk pembuangan sampah di TPS tersebut. “Setiap pedagang yang mau membuang sampah di TPS langsung ditagih oleh mereka yang bertugas di TPS, kadang mereka memaksa pedagang untuk membayar uang hingga 20 ribu,” ujar Hanok Aduari, Pedagang Pasar Wosi ketika ditemui, Rabu (7/3) di pasar tersebut.

Hanok menambahkan, parahnya lagi, selama ini mereka membayar iuran sampah kepada warga tanpa mendapatkan bukti pembayaran. “Mereka yang menagi biasanya menggunakan kapasitasnya sebagai tuan tanah, jadi mau dan tidaknya, tetap harus bayar,” bebernya.

Hanok berharap pungutan tidak resmi tersebut bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, sehingga praktek “pungli” tidak terjadi di pasar itu.

“Selama ini kami membuang sampah di TPS dan di suruh untuk membayar setoran kepada orang yang menjaga TPS, namun kami tidak diberikan bukti pembayaran,” ujar Muksin, Pedagang Pasar Wosi lainnya.

Muksin membenarkan, bahwa mereka sering dipungut Rp 10.000 hingga 20.000. Muksin dan pedagang lainnya berharap pemerintah daerah bisa melakukan penertiban di pasar tersebut, sehingga setoran mereka bisa dikelolah secara baik, untuk kebersihan pasar. |Safwan Ashari

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: