Salah satu sudut di pasar Wosi, Manokwari.

Pedagang Mogok Jualan di Manokwari

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.COMPedagang dari dua pasar tradisional di Manokwari yakni Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng benar-benar merealisasikan ancamannya untuk melakukan aksi mogok jualan. Akibatnya, sejak kemarin dua pasar ini lebih sepi dibanding biasanya. Mereka yang tetap jualan adalah para pedagang sayur-mayur.

Aksi ini adalah bentuk protes pedagang di Manokwari yang menolak pemberlakuan Peraturan Bupati Manokwari nomor 6/2013 tentang tarif sewa los, lapak dan kios pasar. Pedagang merasa terbebani oleh Tarif sewa yang diatur dalam Perbup tersebut yang berkisar antara Rp. 5 juta sampai Rp. 20 juta per tahun.

Mogok jualan merupakan kesepakatan ratusan pedagang dari pasar Wosi dan Sanggeng, pada Senin (27/10/2014) malam. Mereka berkumpul di los baru pasar Wosi untuk membicarakan rencana mereka menutup aktivitas pasar selama 3 hari. (Baca: Tolak Perbup, Pedagang di Manokwari Sepakat Mogok Jualan)

“Masyarakat sedang berjuang untuk kepentingan bersama dan sudah jauh hari dari malam minggu keputusan untuk penutupan pasar, tapi ternyata masih ada pedagang yang berjualan sampai Senin, sehingga kami sepakat untuk menutup pasar selama 3 hari,” kata koordinator pertemuan, Amir Habe.

Pertemuan ini dihadiri anggota DPRD Manokwari Romer Tapilatu dan Imam Muslih.

Senin siang, tepatnya sebelum kesepakatan ini muncul, puluhan pedagang pasar Wosi dan pasar Sanggeng menggelar aksi demonstrasi di kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung.

“Harga sewa yang diatur dalam Perbup tidak sesuai dengan realita di pasar. Pendapatan yang diperoleh pedagang tidak sesuai dengan tarif sewa yang terlalu mahal,” kata seorang pedagang, Jalil dalam aksi itu.

Ini merupakan kali kedua para pedagang menyampaikan aspirasi secara terbuka di kantor bupati, setelah pada 20 Oktober lalu mereka juga menggelar aksi serupa dengan massa yang cukup besar.

Pedagang bersikukuh bertemu langsung dengan Bupati Bastian Salabai. Mereka tidak mau ditemui pejabat lain selain bupati sendiri. Alasannya, mereka ingin mendengar langsung jawaban orang nomor satu Manokwari terkait tuntutan untuk merevisi tarif sewa los dan kios pasar.

Sempat terjadi sedikit ketegangan saat Sekda Drs. FM. Lalenoh hendak menemui para pedagang. Mereka bahkan menolak berdialog dengan Sekda. Bupati yang akhirnya menemui pedagang mengaku akan memberi perhatian khusus terhadap apa yang menjadi aspirasi mereka. Secepatnya akan digelar pertemuan dengan semua instansi terkait untuk membahas perubahan tarif sewa sebagaimana yang diinginkan para pedagang.

“Kita akan menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat (pedagang). Intinya, harga sewa akan diturunkan,” kata Salabai.

Sementara itu sejumlah PNS Pemkab Manokwari yang mengikuti upacara sumpah pemuda di lapangan SP 4 Prafi kemarin, terpaksa menyempatkan diri belanja sayur-mayur di pasar SP 2.

“Mau bagaimana lagi, pedagang dorang tutup pasar,” seloroh satu diantara PNS itu. | PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan