Salah satu kampung di kabupaten Pegunungan Arfak. Foto: CAHAYAPAPUA.com |Duma Tato Sanda

Pegaf Bisa Didorong Jadi Kawasan Destinasi Internasional

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Keindahan alam di Kabupaten Pegunungan Arfak berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan destinasi wisata berskala internasional.

Legislator DPR Papua Barat, Yosias Saroi, Sabtu (20/12), mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat harus turut andil mengembangkan pembangunan wisata Pegaf, untuk mendongkrak pendapatan asli daerah dan penghidupan bagi masyarakat yang berdomisili disekitar lokasi wisata tersebut.

“Potensi destinasi pariwisata pegunungan di Kabupaten Pegunungan Arfak cukup bervariatif, jika dikembangkan akan sama hebatnya dengan wisata bahari Raja Ampat,” katanya.

Tak hanya wisatawan domestik, dalam kondisinya saat ini, Pegunungan Arfak, kata Yosias, selama ini terbukti sudah mampu menyedot kehadiran para turis asing.

Menurut dia jika Raja Ampat terkenal dengan wisata alam laut, di Pegaf menawarkan keaneka ragaman alam pegunungan, burung pintar, burung cenderawasih, kupu-kupu serta beberapa jenis flora dan fauna masih terawat. “Diatas juga ada goa bersejarah dan dua danau besar yang mengalirkan air terjun yang menawan,” katanya.

Selama ini baru satu lokasi yang sudah dikembangkan yakni di kampung Mokwam, di distrik Minyambouw, yang menawarkan wisata melihat langsung burung pintar. Burung tersebut termasuk burung cenderawasih hitam yang suka menari ditanah terdapat disetiap wilayah pegunungan di kabupaten Pegaf.

Di Pegaf pun pemerintah dapat mengkombinasikan pengembangan wisata dengan wisata ekonomi, sebab di Pegaf selama ini terbukti mampu memproduksi berbagai jenis tanaman holtikultura berupa sayur mayur dan aneka buah-buahan. Industri kreatif rumahan bisa dikembangkan bagi masyarakat petani di Pegaf melalui potensi tanaman yang selama ini dikembangkan di wilayah tersebut.

“Berbagai jenis sayur selama ini mampu diproduksi masyarakat seperti kol, buncis, bawang dan daunya, kacang panjang, kentang. Buah pun bisa dikembangkan diatas, seperti anggur, nenas, markisa dan strowberry,” imbuhnya.

Untuk sayur-mayur, mengatakan, selama ini masyarakat sudah bisa memproduksi dan memasarkan hasil produksinya bukan hanya di Manokwari, tapi sampai ke Nabire, Biak dan Bintuni.

” Pemerintah Pegaf sudah berkomitmen mengembangkan potensi ini. Kedepan keterlibatan pemerintah harus lebih besar untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mempermudah akses bagi masyarakat untuk memajukan usahanya,” katanya.

Pemerintah, tegas Saroi harus mulai membatasi impor sayur maupun jenis pangan lain dari luar Papua Barat dan mulai merintis pengembangan pangan lokal. Sebab menurut dia potensi yang ada di daerah ini yakni Manokwari, Pegaf, Mansel maupun Papua Barat secara umum dapat mendorong terciptanya kedaulatan pangan.|TOYIBAN