Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto berbincang dengan salah satu veteran pejuang Trikora penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa (16/8). Pertamina memberikan bantuan bedah 60 rumah unit rumah kepada veteran di Papua Barat yang ditargetkan bisa ditempati Desember tahun ini. Veteran menyatakan meski mereka telah memperjuangkan Negara, namun tak memiliki rumah layak huni hingga saat ini.

Perjuangkan Negara, Pejuang Trikora Tak Punya Rumah Layak

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Puluhan pejuang pembebasan Irian Jaya Barat (nama Papua saat itu) yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Barat masih membutuhkan rumah layak huni.

Salah satu pejuang pembebasan Irian Jaya Barat Apolos Wotoya di Manokwari, Selasa, mengatakan, saat ini masih banyak diantara rekan-rekan seperjuanganya belum memiliki rumah layak huni.

Dia mengutarakan, selama ini perhatian baik pemerintah daerah maupun pusat masih kurang. Ia berharap, bantuan dari Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani ini menjadi awal yang baik bagi nasib para pejuang di daerah tersebut.

Dimasa-masa perjuangan melawan Belanda, kata dia, di tanah Papua yang saat itu masih bernama Irian Jaya Barat terdapat beberapa elemen perjuangan yang beranggotakan masyarakat sipil.

“Ada Gerakan Merah Putih ada juga Tentara Cenderawasih Cadangan dan beberapa organisasi perjuangan lainnya. Saya tergabung di Tentara Cendrawasih Cadangan,” kata dia.

Dia menyebutkan, 50 anggota Tentara Cendrawasih Cadangan saat ini masih hidup dan tersebar di beberapa kabupaten. Yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Sorong, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

“Saya bersyukur, tahun ini memperoleh bantuan rumah dari PT.Pertamina. Diantara kami masih banyak yang membutuhkan, kami berharap program BUMN hadir untuk negeri ini bisa dinikmati juga oleh teman-teman kami,” ujarnya usai menerima kunci rumah bantuan Pertamina.

PT Pertamina bersama PT PNM tahun ini melaksanakan program Coorporate Social Responsibility (CSR). Salah satu program tersebut adalah pembangunan 60 rumah layak huni bagi para veteran di Papua Barat.

“Di Manokwari ada 15 unit, Sorong 30 unit dan Fakfak 15 unit. Ini sebagai bentuk rasa terimakasih BUMN terhadap jasa para pahlawan kita,” kata Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto saat menyerahkan kunci rumah kepada dua veteran di Manokwari.

Dia menyebutkan, program ini akan terus berlanjut setiap tahun. Diharapkan program ini bisa menjadi stimulus bagi para pahlawan negeri ini.

 

SECARA terpisah, Peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, yang selama ini dikenal sebagai markas pendukung Papua Merdeka, diwarnai dengan pernyataan sikap dari ratusan mantan penempur (kombatan) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Mereka secara tegas menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan sikap dibacakan oleh mantan pentolan OPM Boni Telenggen, usai upacara perayaan kemerdekaan.

“Kami menyatakan sikap akan selalu setia kepada NKRI, dan akan mendukung proses pembangunan yang kini sedang berlangsung di Puncak Jaya,”ujar Boni, di Puncak Jaya, Papua, Rabu, 17 Agustus 2016.

Menurutnya, sikap ratusan mantan anggota OPM kembali ke NKRI dan akan selalu setia, karena perjuangan Papua Merdeka, hanya perjuangan mimpi yang membawa penderitaan bagi rakyat Papua.

“Perjuangan Papua Merdeka hanya pekerjaan sia-sia dan menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan, lebih baik ikut dan mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah,” kata dia.

Dengan mendukung pembangunan pemerintah, lanjut Boni, masyarakat Tingginambut kini bisa beraktivitas normal.

“Tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi penjagaan ketat dari aparat, anak-anak sudah bisa sekolah lagi, dan orang-orang sudah bisa berkebun,” paparnya.

Ia juga berjanji akan terus mengajak seluruh masyarakat Tingginambut untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. “Kami akan mendukung program pemerintah di Tingginambut,” tutur Boni.

Mengenai pimpinan tertinggi OPM Goliat Tabuni, Boni mengaku akan terus membujuknya untuk bergabung dengan NKRI.

“Kami terus bujuk dia. Bilang perjuangannya selama ini sia-sia. Goliat, bergabunglah dengan Indonesia untuk membangun agar anak-anak bisa sekolah,” katanya.

Atas nama mantan pejuang OPM, ia juga meminta kelompok-kelompok tertentu seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movemen West Papua (ULMWP), menghentikan aksi menipu yang mengatasnamakan rakyat Papua.

“Stop tipu-tipu masyarakat sudah. Kami ini sudah berjuang tapi semua hanya impian semu. Jadi jangan selalu atasnamakan orang Papua untuk kepentingan kelompoknya. Kami orang Indonesia,” tegas Boni.

Mengenai kondisi Goliat Tabuni, Boni mengatakan kalau tokoh tersebut masih ada di atas gunung dan sudah tua.

Ada sekitar 600-an eks.OPM yang kini menyatakan sikap bergabung dengan NKRI. Mereka yang bergabung dibangunkan rumah layak huni secara bertahap oleh pemerintah. (IBN/VINANEWS)

Tinggalkan Balasan