Salah satu sudut lokasi Tangguh LNG di kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Foto: Ist

Pekerja BP Tangguh Mayoritas Orang Asli Papua

TELUK BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com— BP, perusahaan Inggris yang beroperasi di Papua Barat terus membuka kesempatan kerja bagi orang asli Papua. Saat ini, jumlah pekerja asli Papua di proyek Tangguh telah melebihi separuh dari jumlah seluruh pekerjanya.

“Kami berkomitmen merealisasikan 85 persen pekerja di proyek ini pada tahun 2029 adalah orang asli Papua. Sekarang jumlahnya sekitar 54 persen dari sekitar 3000-an pekerja,” kata Workforce Management Supervisior Tangguh LNG Operation, Demianus Wakman, kepada CAHAYAPAPUA.com, Sabtu (29/11/2014) di site Tangguh, Distrik Babo, Teluk Bintuni.

Salah satu kebijakan BP untuk memberi peluang yang lebih besar kepada orang asli Papua adalah dengan menutup peluang kerja bagi non Papua untuk jenis pekerjaan yang unskill dan low skill. Program pemagangan juga dibuka untuk mencari calon-calon tenaga kerja baru dari kalangan Orang Asli Papua, terutama bagi lulusan perguruan tinggi.

Seleksi ini bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, misalnya Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan USTJ Jayapura.

Pemagangan terakhir sedang berlangsung dan diikuti 30 peserta. Ini adalah angkatan ke-9 sejak program ini pertama kali dilakukan pada tahun 2009. Menurut Demianus, 50 persen dari peserta magang itu telah direkrut secara resmi sebagai pekerja pada proyek Tangguh. “Dari tiap angkatan kebanyakan peserta gugur karena tidak tahan. Di sini harus fokus dan disiplin,” katanya.

Yohana Asem, salah satu peserta pemagangan angkatan ke-9 mengaku sangat senang bisa mengikuti proses pemagangan. “Ini memberikan gambaran kepada saya bagaimana bekerja dengan standar internasional. Sebagai anak Papua saya sangat senang dan bangga,” kata Yohana, Alumnus Fakultas MIPA Jurusan Teknik Pertambangan UNIPA.

Peserta lain, Daud Otniel Kabes yang kini menjalani pemagangan untuk bidang kelistrikan mengaku mendapat banyak pembelajaran selama menjalani pemagangan.

Hidayat Alhamid, Tangguh Expansion Community Affair Tangguh mengatakan, program pemagangan menjadi penting sebab jarak antara kualitas lulusan perguruan tinggi biasanya tidak pararel dengan kualitas yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Selain itu, hal ini merupakan wujud rekognisi bagi orang asli Papua,” katanya. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

2 comments

  1. buka yang lebar ka
    peluang tuh

  2. SIAPA BILANG PEKERJA BP.TANGGUH,MAYORITAS ORANG PAPUA ITU OMONGKOSONG BELAKA….YG ADA ORANG PAPUA JADI KORBAN DI TANAHNYA SENDIRI,DENGAN DI PHK TANPA AMPUN DENGAN ALASAN PENGHEMATAN BIAYA DAN SBGNYA,,NYATANYA ITU CUMA ALASAN SAJA,,,YG ADA ORANG DARI LUAR PAPUA YG DI MASUKAN SEBANYA2NYA UNTUK MENUTUPI ITU SMUA DENGAN CRITA OMONGKOSONG PARA PETINGGI DI BP.TANGGUH………….JD KALO ADA KOMENTAR YG BILANG PEKERJA DI BP.TANGGUH MAYORITAS ORANG ASLI PAPUA ITU OMONGKOSONG BELAKA ATAU KATA LAIN BAHASA BASIH……………..

Tinggalkan Balasan